LINGGA JEFRIADI, - (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENUNDAAN PERKAWINAN AKIBAT MENINGGALNYA SALAH SATU AHLI KELUARGA DALAM ADAT JAWA (Studi Kasus Di Desa Batang Meranti Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepualauan Meranti). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB HASIL - Lingga Jep.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Lingga Jep.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
publikasi lingga - Lingga Jep.pdf - Published Version Download (523kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini di latar belakangi oleh sebuah masalah dimana, Di desa Batang Meranti Masyarakat suku jawa meyakini adat penundaan perkawinan akibat meninggalnya salah satu ahli keluarga. Namun adat ini di anggap menyimpang dari ajaran agama Islam karena dalam proses nya terdapat unsur syirik yaitu mengadakan upacara adat dengan memberikan sesajian kepada leluhur. Masyarakat jawa percaya bahwasanya dengan melakukan hal tersebut perkawinan yang akan di lakukan kedepan akan menjadi keluarga yang Sakinah, selamat, dan Sejahtera. Sehubungan dengan masalah di atas maka penulis meneliti bagaimana Praktik dan Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penundaan Perkawinan Akibat Meninggalnya Salah Satu Ahli Keluarga Dalam Adat Jawa. Studi Kasus Di Desa Batang Meranti Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dan tinjauan hukum Islam terhadap Penundaan Perkawinan Dalam Adat Jawa di Desa Batang Meranti, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan melalui Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Dengan 16 orang informan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penundaan Perkawinan Akibat Meninggalnya Salah Satu Ahli Keluarga Dalam Adat Jawa Di Desa Batang Meranti ini terdapat unsur Mubazir dan syirik di karenakan memberikan sesajen atau penghormatan kepada leluhur. Mubazir disebabkan karena sesajen yang telah di khususkan untuk para leluhur tidak boleh di konsumsi kembali.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 04:15 | ||||||||||||
| Last Modified: | 01 Jul 2025 04:15 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89084 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
