SARHILUDDIN SALMIN JAMBAK, - (2025) HAK ANAK DALAM MEDIASI PERCERAIAN ORANG TUANYA DITINJAU DARI MAQĀṢHID AL-SYARĪ’AH. Skripsi thesis, UIN SUSKA.
|
Text
Surat Pernyataan Persetujuan Publikasi - Sarhiluddin Salmin.pdf Download (135kB) | Preview |
|
|
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - Sarhiluddin Salmin.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Sarhiluddin Salmin.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Sarhiluddin Salmin Jambak, (2025): Hak Anak Dalam Mediasi Perceraian Orang Tuanya Ditinjau Dari Maqāṣhid Al-Syarī’ah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian di Indonesia yang berdampak langsung terhadap anak-anak yang merupakan pihak paling rentan dalam situasi ini. Anak dapat mengalami gangguan psikologis, tekanan emosional, hingga ketidakpastian dalam kehidupan sosialnya, yang semuanya dapat mempengaruhi masa depannya. Meskipun begitu, dalam sistem hukum Indonesia, anak belum memiliki kedudukan hukum (legal standing) dalam proses persidangan perceraian orang tuanya. Penelitian ini bertujuan yang pertama untuk menelaah hak-hak anak dalam proses perceraian terkhusus melalui mekanisme mediasi. Kemudian yang kedua, untuk meninjau bagaiamana hak anak dalam porses perceraian orang tuanya dari sisi Maqāṣhid al-Syarī’ah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber hukum yang relevan. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari tiga jenis bahan, yaitu bahan hukum primer seperti peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder seperti buku dan jurnal, serta bahan hukum tersier seperti ensiklopedia dan kamus hukum. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang sistematis dan mendalam terhadap isu hukum yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak secara langsung dalam proses persidangan belum diakomodasi oleh hukum formal. Namun, terdapat mekanisme alternatif berupa mediasi, sebagaimana diatur dalam Perma No. 1 Tahun 2016. Mediasi dinilai sejalan dengan prinsip Maqāṣhid al-Syarī’ah karena dapat membantu menjaga aspek dharuriyat, yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penting bagi negara dan lembaga peradilan untuk memperkuat peran mediasi sebagai sarana perlindungan hak anak dalam perkara perceraian, sekaligus sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Maqāṣhid al-Syarī’ah dalam sistem hukum nasional. Kata Kunci: hak anak, perceraian, mediasi, maqāṣhid al-syarī’ah, perlindungan hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Gusneli - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 05:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2025 05:03 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
