Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM IMAMPEREMPUAN PADA SHALAT JAMA’AH PEREMPUAN (STUDI KOMPARATIF IMAM AL-QARAFI DAN IMAM IBNU HAZM)

KHAIRUNNISA (2025) HUKUM IMAMPEREMPUAN PADA SHALAT JAMA’AH PEREMPUAN (STUDI KOMPARATIF IMAM AL-QARAFI DAN IMAM IBNU HAZM). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI KHAIRUNISA - Khairun Nisa.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB IV - Khairun Nisa.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2025.

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
pernyataan upload nisa - Khairun Nisa.pdf

Download (332kB) | Preview

Abstract

ABSTRACK KHAIRUNNISA (2025): Hukum Imam Perempuan Pada Shalat Jama’ah Perempuan Studi Komparatif Imam Al-Qarafi Dan Imam Ibnu Hazm. Penelitian ini di latar belakangi oleh perbedaan pendapat antara ulama Mazhab Maliki dengan ulama Mazhab Zhahiri mengenai hukum imam perempuan pada shalat Jama'ah perempuan. Imam Al-Qarafi, berdasarkan mazhab Maliki, berpendapat bahwa perempuan tidak diperbolehkan menjadi imam, meskipun kepada sesama perempuan, dengan alasan bahwa keimaman dalam shalat berjamaah disyaratkan harus laki-laki. Pendapat ini didukung oleh hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Waraqah ketika Nahi mengizinkannya mengimami keluarganya. Sedangkan Imam Ibnu Hazm berpendapat sebaliknya, berdasarkan hadis tersebut beliau mengatakan bahwa perempuan boleh menjadi imam shalat bagi kaumnya dengan alasan tidak adanya hadis maupun ayat Al-Quran yang secara langsung melarangnya. Mereka memiliki perbedaan pemahaman dalam memahami lafal dan makna hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Waraqah Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan (Library Research) dengan mengumpulkan data dan bahan yang berhubungan dengan masalah. Sumber data yang digunakan terdiri dari bahan primer yang diperoleh dari kitab asli karangan Imam Qarafi yaitu Adz-Dzakhirah dan kitab asli karangan Imam Ibnu Hazm yaitu Al-Muhalla Bil Atsar, serta bahan sekunder yang diperoleh darı kitab fiqih, kitab hadis dan jurnal yang berkaitan. Penulis melakukan metode analisis deskriptif (menjelaskan), induktif (menganalisis) dan komparatif (membandingkan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Imam Al-Qarafi mengharamkan perempuan menjadi imam shalat pada shalat jama‟ah laki-laki maupun perempuan baik dalam shalat wajib maupun sunnah. Berdasarkan pemahaman terhadap hadis Ummu Waraqah yang secara kontekstual terjadi karena keadaan khusus, sedangkan Imam Ibnu Hazm mengatakan sebaliknya yang berdasarkan dengan hadis yang sama namun memahaminya dengan menempatkan kelayakan seorang tersebut dari kemahiran membaca Al-Quran. Maka dapat disimpulkan penulis menjadikan pendapat Imam Ibnu Hazm sebagai pendapat yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sekarang, dilihat perkembangan zaman sekarang perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki serta dari segi kemahiran membaca Al-Quran, laki-laki dan perempuan sudah sana dan juga tidak ada hadis Nabı ataupun Ayat Al-Quran yang menyebutkan perempuan dilarang menjadi imam shalat bagi kaumnya. Kata kunci: Shalat Berjamaah, Perempuan, Imam Perempuan, Imam Qarafi, Imam Ibnu Hazm, Studi Komparatıf, Fiqh Ibadah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZULFAHMI BUSTAMI2001017101zulfahmibustami@uin-suska.ac.id
Thesis advisorMOHAMMAD ABDI ALMAKTSUR2001077201mohammad.abdi.almaktsur@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 20 Jun 2025 02:10
Last Modified: 20 Jun 2025 02:10
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88695

Actions (login required)

View Item View Item