AYU RAHMAH SAFITRI, - (2025) ONTEKSTUALISASI KONSEP Al-LAGHWI TERHADAP FENOMENA CATCALLING DALAM TAFSIR SURAT AL-QASHASH AYAT 55 (Studi pada Channel Youtube Khalid Basalamah Official). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FULL - AYU RAHMAH SAFITRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
HASIL DAN PEMBAHASAN - AYU RAHMAH SAFITRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (585kB) |
||
|
Text (Surat Pernyataan Publikasi)
pernyataan publikasi ayu - AYU RAHMAH SAFITRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (710kB) | Preview |
Abstract
Fenomena Catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal yang menjadi permasalahan sosial dan marak terjadi di ruang publik meskipun sering kali dianggap sebagai candaan atau hal sepele. Dalam perspektif Islam, perilaku ini dapat dikaitkan dengan konsep al-laghw, yaitu perkataan yang tidak bermanfaat, sia-sia, dan cenderung membawa keburukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penafsiran Khalid Basalamah dalam channel Youtube nya terhadap Al-Laghwi serta untuk mengkontekstualisasikan konsep al-laghw dengan fenomena Catcalling melalui tafsir surat al-Qashash ayat 55 terhadap masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan analisis konten (content analysis). Sumber data primer diperoleh dari tafsir kontemporer terhadap Surat al-Qashash ayat 55, serta ceramah ustadz Khalid Basalamah dalam channel Youtube nya, sedangkan sumber data sekundernya menggunakan literatur-literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-laghw dalam Surat al-Qashash ayat 55 merujuk pada perkataan yang sia-sia dan tidak bermanfaat, yang bertentangan dengan ajaran Islam yang mengedepankan akhlak dan komunikasi yang baik. Mufassir menekankan bahwa seorang Muslim seharusnya menghindari dan tidak memberikan respons terhadap perkataan yang tidak bermakna, termasuk bentuk pelecehan verbal seperti Catcalling. Dalam kajian ustadz Khalid Basalamah, Catcalling dikategorikan sebagai perbuatan tercela yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam karena dapat menyakiti dan merendahkan harga diri seseorang. Kontekstualisasi ayat tersebut dalam konteks fenomena Catcalling memberikan pemahaman bahwa tindakan tersebut tidak hanya merendahkan individu, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip moral yang diajarkan dalam Islam. Kata Kunci : Kontekstualisasi, Al-Laghwi, Catcalling, Khalid Basalamah Official
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 13 Jun 2025 01:04 | ||||||||||||
| Last Modified: | 13 Jun 2025 01:04 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88523 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
