NONG LIASMA, - (2025) CHILDFREE PERSPEKTIF WAHBAH AL-ZUHAILI. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN DISERTASI KECUALI BAB HASIL - Nongliasma Nong.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Nongliasma Nong.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
||
|
Other (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI - Nongliasma Nong.PDF - Published Version Download (786kB) | Preview |
Abstract
Disertasi ini mengkaji tentang childfree perspektif Wahbah al-Zuhaili. Prevalensi perempuan childfree yang hidup di Indonesia saat ini sekitar 8%, hampir setara dengan 71 ribu orang. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022 mengestimasi angka tersebut terhadap “perempuan berusia 15-49 tahun yang pernah kawin namun belum pernah melahirkan anak dalam keadaan hidup serta tidak menggunakan alat KB”. Melihat persentase perempuan childfree dalam 4 (empat) tahun terakhir yang cenderung naik, prevalensi perempuan yang tidak ingin memiliki anak kemungkinan juga akan meningkat di tahun berikutnya. Akibatnya, Indonesia beresiko kehilangan segmen generasi tertentu dalam piramida penduduk jika tren ini terus berlanjut. Padahal, fungsi pernikahan seperti yang disampaikan Wahbah al-Zuhaili adalah untuk menjaga komunitas manusia dari kepunahan, dengan terus melahirkan dan mempunyai keturunan. Inilah yang menjadi menarik untuk dikaji berdasarkan pemikiran Wahbah al-Zuhaili, karena beliau merupakan Imam Suyuti kedua atau Imam Nawawi masa kini, dan salah satu dari 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia yang menghasilkan karya-karya fenomenal baik di bidang fikih ataupun tafsir, salah satunya adalah Tafsir al-Munir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Islam terhadap anak, menganalisis tentang perspektif childfree menurut Wahbah al-Zuhaili, dan implikasi teoretis pemikiran Wahbah al-Zuhaili terkait childfree. Metode penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dan bersifat deskriptif serta melalui pendekatan content analysis (analisis isi buku). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Islam memberikan perhatian yang istimewa terhadap hak-hak anak, seperti hak nasab, radha’, hadhanah, perwalian, dan nafkah. Semua hak-hak tersebut menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memenuhinya sesuai dengan kemampuannya. Selanjutnya, secara tekstual penulis tidak menemukan kata childfree dalam kitabkitab Wahbah al-Zuhaili. Namun, kata “qatlul banat” bisa memberikan makna secara kontekstual dari childfree tersebut ketika Wahbah al-Zuhaili menafsirkan ayat-ayat “larangan membunuh anak”. Childfree perspektif Wahbah al-Zuhaili merupakan perbuatan yang dilarang dan diharamkan, kecuali ada alasan darurat yang akan membahayakan bagi si ibu ketika mengandung atau melahirkan bayinya dengan syarat harus dibuktikan dari pihak medis. Sejalan dengan hal tersebut, implikasi teoritis pemikiran Wahbah al-Zuhaili terkait childfree adalah sesuai dengan kondisi kekinian karena sedang maraknya publik figur yang menghalalkan childfree, memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada umat tentang bahaya pemahaman ini, dan mencegah kepunahan generasi Islam. Maka, pengharaman childfree adalah menjamin kelangsungan hidup manusia sehingga pemikiran tentang keharaman childfree dimasukkan ke dalam peraturan perundang-undangan. Kata kunci: childfree, Wahbah al-Zuhaili.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2025 04:18 | ||||||||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2025 04:18 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
