Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MASA IHDAD BAGI SUAMI YANG DITINGGAL MATI ISTRI (Analisis Kompilasi Hukum Islam Pasal 170 Ayat 2)

FADHLURRAHMAN ARIQ, - (2025) MASA IHDAD BAGI SUAMI YANG DITINGGAL MATI ISTRI (Analisis Kompilasi Hukum Islam Pasal 170 Ayat 2). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV - Fadhlurrahman Ariq.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB IV PEMBAHASAN - Fadhlurrahman Ariq.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
PERNYATAAN PUBLIKASI - Fadhlurrahman Ariq.pdf - Published Version

Download (321kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Fadhlurrahman Ariq, (2025): Masa Ihdad Bagi Suami Yang Ditinggal Mati Istri (Analisis Kompilasi Hukum Islam Pasal 170 Ayat 2) Penelitian ini mengkaji ketentuan hukum Islam mengenai masa ihdad (berkabung) bagi suami yang ditinggal mati oleh istrinya dan bagaimana hal tersebut diatur dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Fikih Islam umumnya hanya mewajibkan masa ihdad kepada istri yang ditinggal mati suaminya, sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan terhadap kehormatan keluarga, serta untuk menghindari fitnah selama masa iddah. Namun, KHI memperkenalkan konsep ihdad bagi suami, meskipun hanya disebutkan "menurut kepatutan". Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: Bagaimana konsep ihdad bagi suami yang ditinggal mati oleh istrinya dalam Kompilasi Hukum Islam, bagaimana analisis hukum Islam terhadap masa ihdad bagi suami yang ditinggal mati oleh istrinya dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa Buku Kompilasi Hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan buku, jurnal dan artikel yang relevan terhadap penelitian ini. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik content analysis (analisa isi). Teknik analisis ini diawali dengan mengkompilasikan berbagai kitab-kitab fiqih yang berkaitan dengan judul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun masa ihdad bagi suami yaitu masa berkabung setelah ditinggal mati oleh istrinya tidak diwajibkan secara tegas dalam ajaran Islam, namun sebenarnya memiliki nilai penting secara moral dan emosional. Ihdad bagi suami dapat dipahami sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada istrinya, serta sebagai cara untuk menunjukkan rasa duka dan tidak tergesa-gesa kembali membangun rumah tangga baru. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), tepatnya Pasal 170 ayat 2, dijelaskan bahwa suami dianjurkan untuk menjalani masa berkabung "menurut kepatutan". Penelitian ini juga menggambarkan bahwa hukum Islam di Indonesia tidak bersifat kaku, tetapi terus menyesuaikan diri dengan budaya dan kondisi sosial masyarakat. Kompilasi Hukum Islam merupakan salah satu contoh upaya untuk menghadirkan hukum Islam yang bisa diterima secara luas di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan demikian, meskipun tidak bersifat wajib, ihdad bagi suami tetap bisa menjadi bagian dari tradisi yang menghargai pernikahan dan menjaga empati sosial. Kata Kunci: Ihdad, Kompilasi, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAHMAD ZIKRI, -2010096804azikrihassan@gmail.com
Thesis advisorMARDIANA, -2010047401mardiana@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs. Rasdanelis -
Date Deposited: 12 Jun 2025 01:42
Last Modified: 07 Jul 2025 08:46
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88489

Actions (login required)

View Item View Item