AMELIA MONA SARI NST, - (2025) PURA AGUNG JAGATNATHA SEBAGAI AXIS MUNDI KOMUNITAS HINDU KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL_11zon - amelia monasari28.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text
HASIL DAN PEMBAHASAN - amelia monasari28.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250602_17175597 - amelia monasari28.pdf - Published Version Download (108kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas peran Pura Agung Jagatnatha di Kota Pekanbaru sebagai pusat spiritual umat Hindu yang juga merepresentasikan konsep axis mundi dalam kosmologi Hindu. Dalam pandangan Hindu, axis mundi adalah titik sakral yang menghubungkan dunia manusia (bhur loka), alam para leluhur (bhuvah loka), dan dunia para dewa (svah loka). Pura berfungsi sebagai penghubung tiga alam tersebut, dan diwujudkan dalam bentuk arsitektur, tata ruang, serta pelaksanaan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu setempat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Pura Agung Jagatnatha menjalankan fungsi sebagai axis mundi, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya komunitas Hindu. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan tokoh agama dan umat, serta studi pustaka mengenai ajaran Hindu dan simbolisme pura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pura ini memiliki peran ganda sebagai tempat ibadah dan sebagai pusat kegiatan sosial budaya. Adapun upacara keagamaan yang dilaksanakan pada komunitas hindu di Pekanbaru seperti Piodalan, Purnama dan Tilem, Tawur Kesanga, hingga perayaan Nyepi menunjukkan kekuatan simbolis pura sebagai ruang harmoni. Selain itu, pura menjadi wadah pendidikan agama, pelatihan seni tradisional, serta mempererat solidaritas komunitas. Keberadaan pura juga memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan terbuka yang melibatkan masyarakat non-Hindu. Keterbatasan studi ini adalah ruang lingkup yang terbatas pada satu lokasi, sehingga belum mencerminkan konteks lebih luas. Meski begitu, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami aktualisasi konsep axis mundi dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat urban yang multikultural, serta memberikan gambaran mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya Hindu di tengah dinamika perkembangan kota besar. Kata Kunci: Pura Agung Jagatnatha, Axis Mundi, Komunitas Hindu, Pekanbaru
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Studi Agama-Agama | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Jun 2025 02:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Jun 2025 02:01 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88320 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
