Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR TENTANG TRADISI LARANGAN SATU RUMAH PASCA AKAD NIKAH SEBELUM WALIMATUL ‘URSY

SILVIA APRILIANI, - (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR TENTANG TRADISI LARANGAN SATU RUMAH PASCA AKAD NIKAH SEBELUM WALIMATUL ‘URSY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (919kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya tradisi larangan serumah pasca akad nikah sebelum walimatul ‘ursy di Desa Kulau Nenas, sedangkan menurut tinjauan Hukum Islam sudah jelas orang yang telah melangsungkan akad nikah secara sah menurut agama maka diperbolehkan baginya untuk serumah dengan istri ataupun suami tanpa harus menunggu pelaksanaan walimatul ‘ursy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap tradisi larangan satu rumah pasca akad nikah sebelum walimatul ‘ursy, juga bertujuan untuk mengetahui pandangan Hukum Islam dan relevansi tradisi tersebut dengan pekembangan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan normatif-sosiologis, dan teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari informan. Sedangkan data sekunder yaitu buku-buku, artikel, jurnal, dan hasil penelitian lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini 2 tokoh adat, 1 tokoh agama, dan 4 masyarakat Desa Kualu Nenas yang menjalankan tradisi tersebut, dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, pandangan masyarakat Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tentang tradisi larangan satu rumah pasca akad nikah sebelum walimatul ‘ursy adalah masyarakat melaksanakan tradisi ini adalah untuk sebagai bentuk penghormatan terutama kepada adat, ninik mamak, dan menghargai masyarakar setempat. Kedua, menurut tinjauan Hukum Islam tradisi ini tidak tepat dan tidak sesuai dengan hukum Islam, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip syari’at. Ketiga, tradisi ini sudah tidak relevan lagi dan harus ditinggalkan, karena zaman yang semakin hari semakin canggih dan tidak ada nash yang melarang suami istri untuk tinggal satu rumah ketika telah melaksanakan nikah secara sah tanpa harus menunggu pelaksanakan walimatul ‘ursy terlebih dahulu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAHMAD MAS'ARI, -2019068401ahmad.mas'ari@uin-suska.ac.id
Thesis advisorAHMAD FAUZI, -2031088401Ahmad. fauzi@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fpsi -
Date Deposited: 26 May 2025 07:05
Last Modified: 26 May 2025 07:05
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88195

Actions (login required)

View Item View Item