AYU TIARA BUDIANI, - (2025) STUDI KUALITATIF PENGETAHUAN DAN POLA PEMBERIAN MAKAN BALITA STUNTING USIA 0-59 BULAN DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Definisi stunting menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018) adalah anak balita dengan nilai Z-Scorenya kurang dari -2 SD (Stunted) dan kurang dari -3 SD (severaly stunted). Balita/Baduta (Anak dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga merupakan masalah gizi yang bersifat kronis karena menjadi salah satu keadaan malnutrisi yang memiliki hubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi di masa lalu. Stunting dapat dicegah melalui intervensi gizi spesifik yang ditujukan dalam 1000 HPK dan pemenuhan gizi serta pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi bagi ibu hamil, konsumsi protein pada menu harian untuk balita usia diatas 6 bulan dengan kadar protein sesuai dengan usia nya, menjaga sanitasi dan memenuhi kebutuhan air bersih serta rutin membawa buah hati untuk mengikuti posyandu minimal 1 bulan sekali. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pola asuh pemberian makan balita stunting di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru pada Bulan Juli 2024. Desain penelitian adalah kualitatif. Informan penelitian diambil dengan teknik pengambilan sampel sumber data dalam penelitian kualitatif adalah purposive, bersifat purposive karena disini peneliti hanya mengambil informan yang berada di satu posyandu. Hasil penelitian menunjukkan variasi signifikan dalam pemahaman tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemberian makan yang seimbang di antara informan. Informan yang aktif dalam kegiatan penyuluhan cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik. Meskipun demikian, tantangan dalam edukasi dan partisipasi tetap menjadi hambatan yang memengaruhi sebagian informan. Kolaborasi yang erat antara orang tua, komunitas, dan penyedia layanan kesehatan, khususnya kader Posyandu, Penanggung Jawab Posyandu, dan Petugas Gizi, dianggap krusial dalam menangani stunting pada anak balita. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak stunting saat ini dan mencegah masalah serupa pada generasi mendatang dengan memastikan lingkungan makan yang mendukung pertumbuhan optimal anak-anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 612 Fisiologi Manusia, Ilmu Faal, Anatomi dan Fisiologi Manusia > 612.3 Nutrisi, Ilmu Gizi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Peternakan > Gizi | ||||||||||||
| Depositing User: | fapertapet - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 16 May 2025 02:46 | ||||||||||||
| Last Modified: | 16 May 2025 02:46 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
