SAFILA WITA ABAZI, - (2025) ANALISIS TERHADAP ZAKAT BA RANG TAMBANG EMAS ILEGAL PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Safila Wita Abazi, (2025): Analisis terhadap Zakat Barang Tambang Emas Ilegal Perspektif Fiqh Muamalah Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh penambangan emas ilegal yang menjadi permasalahan serius di Kuantan Singingi, dan zakat dari hasil penambangan emas ilegal ini apakah layak untuk dikeluarkan zakatnya atau tidak karena masih menjadi perdebatan karena disebabkan dari pertambangan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum akan tetapi juga menimbulkan dampak negatif lain seperti kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Penelitian ini dibuat dengan tujuan agar mengetahui bagaimana pandangan Fiqh Muamalah mengenai status kepemilikan harta dari hasil penambangan emas ilegal, kemudian apakah terdapat kewajiban zakat atas hasil tambang emas yang diperoleh melalui penambangan ilegal menurut perspektif Fiqh Muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (libraray research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data penelitian ini meliputi sumber data primer, sekunder dan sumber data tersier. Adapun teknik pengumpulan data yaitu melalui kajian kepustakaan seperti mengkaji terhadap buku-buku yang berkaitan dengan permasalah yang diteliti. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, dalam perspektif Fiqh Muamalah, status harta yang diperoleh dari hasil aktivitas penambangan emas ilegal tidak termasuk dalam al-milk at-tam maupun al-milk an-naqish, karena harta yang diperoleh secara haram tidak diakui sebagai kepemilikan yang sah dalam Islam. Hasil dari penambangan emas ilegal yang digunakan untuk berzakat dinyatakan tidak sah karena termasuk harta haram sebab cara perolehannya (haram li kasbihi). Adapun sebab lain kenapa hasil dari penambangan emas ilegal tidak layak untuk dizakati ialah tidak terpenuhinya syarat-syarat harta yang wajib dizakati yakni milik penuh atau kepemilikan sempurna serta kehalalan hartanya. Akan tetapi, penambang emas ilegal tetap memiliki kewajiban untuk membayar zakat dari sumber yang halal. Kata kunci: Tambang Emas, Ilegal, Fiqh Muamalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 May 2025 00:54 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 May 2025 00:54 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87893 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
