Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONTEKSTUALISASI MAKNA RIBATH DI ERA MILENIAL (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN FI TA’WIL AL-QUR’AN DENGAN TAFSIR AL-MISBAH)

AMIR MUHLISIN, - (2025) KONTEKSTUALISASI MAKNA RIBATH DI ERA MILENIAL (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN FI TA’WIL AL-QUR’AN DENGAN TAFSIR AL-MISBAH). Skripsi thesis, UIN SUSKA RIAU.

[img]
Preview
Text (Bab Gab)
SKRIPSI AMIR MUKHLISIN (wm).pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
BAB IV- AMIR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (677kB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Kontekstualisasi Ribath di Era Milenial (Studi Komparatif Antara Tafsir Jami’ Al-Bayan Fi Ta’wil Al-Qur’an dengan Tafsir Al-misbah). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna istilah ribath dalam Al-Qur’an melalui pendekatan komparatif antara dua kitab tafsir dari masa yang berbeda: Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Imam ath-Thabari dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Dan juga untuk mengkontekstualisasikannya terhadap kehidupan di era milenial. Istilah ribath yang secara etimologis berarti “mengikat” atau “meneguhkan”, dalam konteks syariat Islam, merujuk pada kesiapsiagaan dalam menjaga wilayah perbatasan umat Islam. Penelitian ini penting dilakukan karena pemahaman masyarakat modern terhadap istilah ribath cenderung terbatas atau bahkan tidak dikenal. Fokus kajian diarahkan pada lima ayat dalam Al-Qur’an yang memuat istilah ribath, yang kemudian dianalisis berdasarkan penafsiran kedua mufassir tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tafsir muqarran (komparatif). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam menafsirkan ribath: ath-Thabari cenderung tekstual dan berbasis riwayat (bi al-ma’tsur), sedangkan Quraish Shihab mengedepankan pendekatan kontekstual sesuai dengan kondisi sosial masyarakat modern (al-adabi wa al-ijtima’i). Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap makna ribath, seerta mengkontekstualisasikan makna tersebut dalam kehidupan masyarakat milenial, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an tetap dapat diterapkan secara relevan dan fungsional dalam menjawab tantangan zaman. makna ribath mengalami perluasan dari sekadar kesiapsiagaan fisik menjadi kesiapsiagaan spiritual, intelektual, dan sosial. Kata Kunci: Kontekstualisasi, Ribath, Era Milenial, Tafsir Komparatif, Ath- Thabari, Quraish Shihab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
ContributorProf. Dr. H. Syamruddin, M.Ag, -2023035801syamruddin.nst@uin-suska.ac.id
ContributorH. Abd, Ghofur, M.Ag, -2013067001abd.ghofur@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 08 May 2025 02:13
Last Modified: 08 May 2025 02:25
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87786

Actions (login required)

View Item View Item