YUHARDI ABDILLAH, - (2025) FUNGSI PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM MELAKUKAN PEMBIMBINGAN TERHADAP KLIEN NARAPIDANA DEWASA YANG MENDAPATKAN PEMBEBASAN BERSYARAT DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I PEKANBARU. Skripsi thesis, UIN SUSKA RIAU.
|
Text
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV.pdf Download (18MB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (562kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena mengenai klien narapidana dewasa yang memperoleh pembebasan bersyarat di Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru, di mana banyak dari mereka yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, Pembimbing Kemasyarakatan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam mengawasi dan membina klien yang melakukan pelanggaran terhadap aturan pembebasan bersyarat. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi fungsi Pembimbing Kemasyarakatan terkait melaksanakan tugasnya di Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi selama proses bimbingan dan pengawasan, serta merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan yang timbul. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam membantu klien beradaptasi kembali ke masyarakat. Setiap fungsi pembimbing kemesyarakatan bertujuan untuk memastikan bahwa klien mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Tugas utama Pembimbing Kemasyarakatan mencakup penelitian kemasyarakatan, pendampingan klien, pelayanan konseling, pelatihan keterampilan, serta melakukan pengawasan. Akan tetapi, dalam praktiknya, Pembimbing Kemasyarakatan tidak dapat melaksanakan pengawasan sebagaimana mestinya terhadap klien narapidana dewasa yang mendapatkan pembebasan bersyarat menghilang dari kewajiban wajib lapor, dikarekan adanya berbagai hambatan dan kendala seperti jumlah klien dewasa yang tidak sebanding dengan jumlah Pembimbing Kemasyarakatan, beban kerja yang sangat banyak, keterbatasan anggaran, serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, wilayah kerja yang luas dan sulit untuk menjangkaunya. Selain itu, hambatan dari sisi klien dewasa dalam melakukan bimbingan ke Balai Pemasyarakatan menghadapi kendala seperti jarak tempuh yang jauh, kesibukan kerja, serta rasa malu dan malas dalam menjalani kewajiban wajib lapor. Kata Kunci: Pembimbing kemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan, Pembebasan Bersyarat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 29 Apr 2025 06:53 | ||||||||||||
| Last Modified: | 29 Apr 2025 06:53 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87709 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
