ZAKIYYAH MAULIDA, - (2025) PRAKTIK JUAL BELI PEPAYA MADU YANG DISERTAKAN ZAT KIMIA DI NAGARI MUNGKA KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA DALAM PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB IV)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
||
|
Text
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB IV.pdf Download (5MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Zakiyyah Maulida, 2025: Praktik Jual Beli Pepaya Madu yang Disertakan Zat Kimia di Nagari Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Dalam Perspektif Fiqih Muamalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik jual beli pepaya madu yang dimatangkan dengan zat kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik jual beli pepaya madu yang disertakan zat kimia serta untuk mengetahui tinjauan dari fiqih mualamah terhadap praktik jual beli dari pepaya madu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang penulis lakukan di Nagari Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Subjek penelitian ini adalah penjual dan pembeli pepaya madu yang berjumlah 16 orang yang terdiri dari 4 orang penjual dan 12 orang pembeli. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan praktik jual beli pepaya madu ini terdapat unsur penipuan di mana penjual menyatakan bahwa pepaya ini matang di pohon, namun pembeli merasa pematangannya tidak secara alami karena pepaya yang dibeli masih keras dan sidikit pahit. Karena adanya kecurigaan dari pembeli terhadap pepaya, maka penulis melakukan penelitian terhadap praktik jual beli yang ternyata pepaya madu tersebut dimatangkan dengan zat kimia. Zat kimia yang digunakan oleh penjual adalah Ethrel dan Cepha. Zat kimia yang digunakan berbahaya apabila dosis yang digunakan tinggi dan akan mengganggu pada kesehatan. setelah diteliti penggunaan zat kimia pada pepaya madu sudah sesuai dengan dosisnya. Dalam perspektif fiqih muamalah jual beli yang dilakukan oleh penjual mengandung unsur gharar. Dalam Islam gharar yang berdampak bisa membatalkan akad, tapi dalam praktik jual beli ini karena zat kimia yang digunakan masih dalam batas yang dibenarkan maka akadnya sah, hanya saja tetap mengganggu rasa dan tekstur pepaya madu. Meskipun akadnya sah, praktik ini bisa dianggap kurang sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yang mengutamakan kejujuran dan keadilan. Kata Kunci: Fiqih Muamalah, Jual Beli, Zat Kimia
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | fasih - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Apr 2025 06:00 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Apr 2025 06:02 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/87599 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
