Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONSEP KEBAHAGIAAN STUDI KOMPARATIF SOREN KIEKEGAARD (1813-1855 M) DAN IBNU JAUZI (1114-1201 M)

SURYA MARYUDHA PRATAMA, - (2024) KONSEP KEBAHAGIAAN STUDI KOMPARATIF SOREN KIEKEGAARD (1813-1855 M) DAN IBNU JAUZI (1114-1201 M). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (670kB)

Abstract

ABSTRAK Di era modern saat ini, pertanyaan tentang kebahagiaan telah menjadi semakin penting dalam konteks kehidupan manusia, dengan adanya tantangan, pergeseran nilai-nilai tradisional, dan tekanan sosial yang memicu kebutuhan yang mendalam untuk memahami makna kebahagiaan manusia dan bagaimana cara mencapainya. Kebahagiaan adalah tujuan utama dalam filsafat Barat dan tradisi Islam, dengan pemikir seperti Soren Kierkegaard yang menyelidiki aspek subyektif dan individu dari kebahagiaan, menekankan hubungan yang harmonis dengan Tuhan dan mencapai makna dalam hidup melalui pengambilan keputusan dan komitmen yang otentik. Dalam konteks Islam, kebahagiaan sejati (sa''adah) mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial, yang dicapai melalui hubungan yang harmonis dengan Allah (tauhid), mengamalkan ajaran agama, serta mewujudkan kebajikan moral dan etika dalam interaksi sosial. Mempelajari konsep kebahagiaan Kierkegaard melalui perspektif Islam menawarkan wacana berharga yang menjembatani filsafat Barat dan ajaran Islam dalam mencapai kebahagiaan sejati, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, dan memperdalam pemahaman kita tentang kebahagiaan dari berbagai sudut pandang. Ajaran Islam, sebagai agama universal yang dianut oleh miliaran orang di seluruh dunia, memberikan perspektif yang kaya tentang kebahagiaan, dengan menekankan nilai-nilai seperti ketakwaan, rasa syukur, dan hubungan yang kuat dengan Tuhan sebagai fondasi moral dan spiritual yang signifikan dalam mengejar kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi akademis pada filsafat dan teologi.Metodologi penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Di dalamnya terdapat metode untuk memecahkan berbagai masalah, dengan fokus pada analisis literatur dalam hal ini untuk membandingkan perspektif Soren Kierkegaard dan ajaran Islam tentang kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer seperti “Fear and Trembling” karya Kierkegaard dan sumber-sumber sekunder seperti karyakarya Ibnu Jauzi, Sartre, dan Merold Westhpal untuk menganalisa dan mengevaluasi konsep-konsep kebahagiaan. Sebagai kesimpulan, perspektif Soren Kierkegaard dan Ibnu Jauzi tentang kebahagiaan memiliki kesamaan dalam menekankan eksistensi individu, kecemasan, dan keputusasaan dalam mengejar kebahagiaan. Kedua filsuf ini menyoroti pentingnya kondisi internal seperti eksistensi, kecemasan, dan keputusasaan dalam mencari kebahagiaan. Namun, mereka berbeda dalam penekanannya, dengan Kierkegaard yang berfokus pada eksistensi individu, kebebasan, dan hubungan pribadi dengan realitas tunggal, sementara Ibnu Jauzi menekankan pencarian kedamaian batin dan kepuasan spiritual yang berakar pada ajaran Islam. Kierkegaard mengusulkan tiga tahap kebahagiaan (estetika, etika, religius) sebagai perjalanan menuju kebahagiaan sejati, sementara Ibnu Jauzi menekankan pentingnya jiwa yang murni, amal saleh, kesabaran, dan rasa syukur sebagai jalan menuju kebahagiaan. Kedua cendekiawan ini mengakui pentingnya dimensi spiritual dalam mencapai kebahagiaan, dengan Kierkegaard menganjurkan penyerahan diri secara total kepada Tuhan dan Ibnu Jauzi mempromosikan ketaatan kepada Allah dan persiapan untuk kehidupan akhirat. Selain itu, konsep kebahagiaan mereka melibatkan komponen etika dan moral yang kuat, dengan Kierkegaard menyoroti kehidupan yang otentik dan beretika, dan Ibnu Jauzi menekankan perbuatan baik dan tindakan berbudi luhur sebagai hal yang esensial bagi kebahagiaan.Dalam sebuah studi perbandingan mengenai kebahagiaan menurut Soren Kierkegaard dan Ibnu Jauzi, dapat disimpulkan bahwa keduanya menekankan pentingnya dimensi spiritual dan hubungan pribadi dengan yang ilahi dalam mencapai kebahagiaan sejati, yang menawarkan pandangan alternatif bagi materialisme dan hedonisme dalam konteks modern. Kata kunci: Kebahagiaan, Soren Kierkegaard, Ibnu Jauzi, perspektif komparatif, eksistensialisme Kristen, spiritualitas Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorArrafie Abduh, -2010075801arrafie.abduh@gmail.com
Thesis advisorSukiyat, -2010107001UNSPECIFIED
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 26 Jul 2024 07:56
Last Modified: 26 Jul 2024 07:56
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/83551

Actions (login required)

View Item View Item