Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

NAFKAH ANAK DALAM PERKARA CERAI PASCA SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG (SEMA) NO. 4 TAHUN 2016 PADA PENGADILAN AGAMA BANGKINANG

DAYU ANNISA MARDHOTILLAH, - (2024) NAFKAH ANAK DALAM PERKARA CERAI PASCA SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG (SEMA) NO. 4 TAHUN 2016 PADA PENGADILAN AGAMA BANGKINANG. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELTIAQN (ABB IV).pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
FILE HASIL PENELTIIAB (BAB IV).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (998kB)

Abstract

DAYU ANNISA MARDHOTILLAH(2024) : NAFKAH ANAK DALAM PERKARA CERAI PASCA SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG (SEMA) NO. 4 TAHUN 2016 PADA PENGADILAN AGAMA BANGKINANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana realisasi penetapan hak nafkah anak pasca SEMA Nomor 4 Tahun 2016 pada Pengadilan Agama Bangkinang, dan bagaimana analisis penetapan nafkah anak pada Pengadilan Agama Bangkinang pasca SEMA Nomor 4 Tahun 2016 menurut teori kepastian hukum serta korelasinya dengan teori maslahatul mursalah dalam hukum islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Bangkinang. Dalam penelitian ini peneliti melakukan studi lapangan untuk memperoleh data dan informasi yang konkrit. Penelitian ini akan difokuskan pada Implementasi Sema Nomor 4 Tahun 2016 tentang kamar agama kewenangan hakim terkait nafkah anak pasca perceraian dalam perkara cerai gugat tahun 2023 pada Pengadilan Agama Bangkinang. Hal ini dilakukan karena karena adanya beberapa putusan yang tidak memutsukan kewajiban ayah dalam menafkahi anaknya secara lebih spesifik. Padahal semestinya para hakim memiliki hak ex officio karena jabatannya dalam menetapkan putusan nominal nafkah anak yang dibebankan kepada ayah sebagaimana yang tertuang dalam SEMA No.4 Tahun 2016. Dengan tidak ditegaskannya kewajiban ayah terhadap anak pasca perceraian dikhawatirkan dapat memunculkan ketidakpastian hukukm dalam kewajiban nafkah anak pasca perceraian sehingga dapat mengganggu kemaslahatan anak setelah putusnya perceraian tersbut. Study ini merekomendasikan agar otoritas hakim dapat memberikan putusan terkait nominal nafkah anak yang lebih tegas dengan tetap mempertimbangkan kemampuan sang ayah dalam memenuhinya. Selalin itu, basis dari setiap aturan/rules terkait pelaksanaan administrasi persidangan hendaknya lebih dipertimangkan lagi untuk dilaksanakan mengingat pada kemaslahatan yang berdampak setelahnya terhadap anak. Kata Kunci : Nafkah Anak, Putusan Hakim, Kepastian Hukum, Kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJOHARI2020036401Johari@gmail.com
Thesis advisorWAHIDIN2008017101wahidin@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: pps -
Date Deposited: 20 Jul 2024 04:05
Last Modified: 20 Jul 2024 04:05
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/82611

Actions (login required)

View Item View Item