Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TERM DO’A DAN DEREVASINYA DALAM AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF TAFSIR IBNU KATSIR DAN AL-AZHAR)

M. ZULFADLI, - (2022) TERM DO’A DAN DEREVASINYA DALAM AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF TAFSIR IBNU KATSIR DAN AL-AZHAR). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB V HASIL)
BAB HASIL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (589kB)
[img]
Preview
Text
M. ZULFADLI.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini do’a seorang hamba dalam berkeyakinan penuh hanya kepada Rabb Nya sehingga menimbulkan keyakinan yang baik dalam diri seorang hamba.Doa merupakan salah satu bentuk tawakal seorang mukmin terhadap Allah SWTsetelah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Manusia dapat meminta apapun yang menjadi keinginannya melalui doa dan sebagai rasa rendah diri serta merasa butuh akan rahmat dan pertolongan Tuhannya. Setelah berusaha, manusia menyerahkan hasil dari usahanya itu kepada Allah SWT dan tentu manusia akan selalu berharap diberikan yang terbaik sebagai buah dari hasil usahanya itu. Rumusan masalah dalam skripsi ini ialah membahas berjudul tentang bsgsimsns konsep terkabulnya do’a menurut Ibnu Katsir dan Hamka dalam tafsirnya serta bagaimana mereka menafsirkan ayat- ayat yang berkaitan dengan do’a dalam perspektid al-Qur’an dan bagaimana persyaratan terkabulnya do’a antara Ibnu Katsir dan Hamka.Adapun metode peneltian yang digunakan ialah Library Research Sumber primer yaitu sumber rujukan utama dalam penelitian yang diperoleh dari aslinya, dalam hal ini yang digunakan adalah kitab tafsir Ibnu Katsir dan Hamka. Hasil dari penelitian ini ialah menurut Ibnu Katsir, do’a ialah permohonan atau permintaan dari seorang hamba kepada Tuhan dengan menggunakan lafal yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, atau meminta sesuatu dengan hajatnya atau memohon perlindungan kepada Allah SWT.Sedangkan menurut Hamka do’a ialah beribadat (mengadakan penyembahan), yakni janganlah kamu menyembah selain daripada Allah, yaitu sesuatu yang tidak kuasa. Do’a juga merupakan bentuk ibadah ruhaniah yang dillakukan ditempat sunyi.Antara penafsiran Tafsīr Ibnu Kathῑr dan Tafsīr Al-Azhar mengenai ayat tentang doa sebenarnya tidak jauh berbeda hanya saja penulis ingin mengetahui perkembangan dalam cara menafsirkannya antara kedua mufasir klasik dan mufasir kontemporer. Adapun persyaratan terkabulnya do’a menurut Ibnu Katsir dan Hamka ialah, Merespon seruan Allah dan meyakinkannya, berod’a hanya kepada Allah dan serta dengan ikhlas bahwa hati benar-benar hanya berharap kepada Allah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 28 Jul 2022 04:53
Last Modified: 28 Jul 2022 04:53
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/62388

Actions (login required)

View Item View Item