Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MAKNA KATA MA’RUF DAN PADANANNYA DALAM AL-QUR’AN (SUATU KAJIAN TERHADAP PENAFSIRAN AL-MARAGHI)

Yuli Gusmawati (2011) MAKNA KATA MA’RUF DAN PADANANNYA DALAM AL-QUR’AN (SUATU KAJIAN TERHADAP PENAFSIRAN AL-MARAGHI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201141-.pdf

Download (590kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul : “MAKNA KATA MA’RUF DAN PADANANNYA DALAM AL-QUR’AN” ( Suatu Kajian Terhadap Penafsiran Al-Maraghi ). Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah bahwa diketahui ungkapan bahasa al-Qur’an penuh dengan keunikan, semakin digalinya semakin nampak kemukjizatannya. Gaya bahasanya yang tinggi dan penempatannya bukanlah ditempatkan oleh Allah SWT begitu saja. Salah satu keunikannya adalah penggunaa kata-kata yang sama artinya tapi berbeda dalam lafaznya yang disebut dengan sinonim ( muradif ) dalam hal ini dapat dicontohkan pada kata ma’ruf, ihsan dan khair. Di dalam al-Qur’an kata ma’ruf diulang sebanyak 39 kali dalam 12 surat, kata ihsan diulang sebanyak 186 kali dalam 53 surat dan kata khair diulang sebanyak 188 kali dalam 52 surat. Tiga kata tersebut secara zhahir mempunyai arti yang sama yaitu “baik”. Sebagaimana disebutkan bahwa Allah SWT tidak menempatkan kata-kata dalam al-Qur’an begitu saja. Inilah yang membuat penulis merasa terpanggil untuk menelitinya lebih mendalam, apakah tiga kata yang muradif bisa membawa perbedaan dalam maksud ataupun tujuannya. Kajian ini penulis tumpukan terhadap pendapat al-Maraghi untuk melihat bagaimana penafsiran beliau terhadap tiga kata tersebut. Penelitian ini merupakan library research ( penelitian pustaka ) jadi untuk pengumpulan data penulis merujuk kepada al-Qur’an al-Karim, tafsir al-Maraghi sebagai data primer. Kemudian didukung oleh data dari literature yang ada kaitannya dengan penulisan ini. Data tersebut dikumpulkan seterusnya diklasifikasikan menurut kelompoknya kemudian digambarkan data-data tersebut dengan setepat mungkin dengan pendekatan metode tafsir Maudhu’iy. Setelah penulis mengadakan penelitian ini dapatlah disimpulkan bahwa kata ma’ruf, ihsan dan khair walaupun sama dalam penterjemahannya dari segi bahasa namun memilki perbedaan sesuai dengan konteksnya masing-masing. Kata ma’ruf (baik) dipakai untuk kebaikan yang bersifat masyhur atau yang dikenal di suatu tempat dan keadaan (relatif). Kemudian penafsiran kata ihsan yang juga maknanya “baik” dipakai untuk kebaikan yang muncul dari rasa pengawasan Allah hingga selalu melakukan perintah Allah baik yang diwajibkan maupun yang tidak diwajibkan. Sedangkan penafsiran kata khair yang juga maknanya “baik”

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:18
Last Modified: 29 Dec 2015 04:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item