MUHAMMAD ALQADRI SALAMSYAH, - (2026) TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP JUAL BELI VOUCHER INTERNET (Studi di Zhofron Data Celluler Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN TANPA BAB IV - Muhammad Alqadri.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
PEMBAHASAN - Muhammad Alqadri.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (522kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
IMG_0004 - Muhammad Alqadri.pdf - Published Version Download (637kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Jual Beli Voucher Internet (Studi di Zhofron Data Celluler Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli voucher internet yang sering terjadi di masyarakat, khususnya di konter telekomunikasi, dimana terkadang ditemukan permasalahan seperti voucher yang tidak dapat diaktifkan atau tidak memiliki kuota setelah digunakan. Kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi pembeli dan menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan transaksi tersebut dalam perspektif fiqih muamalah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik jual beli voucher internet di Zhofron Data Celluler serta bagaimana tinjauan fiqih muamalah terhadap praktik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik konter, penjual, pihak provider, dan pembeli voucher internet. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan metode penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli voucher internet di Zhofron Data Celluler dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli dengan mekanisme sederhana, yaitu pembeli memilih voucher, melakukan pembayaran, kemudian penjual menyerahkan voucher untuk diinput oleh pembeli. Namun dalam beberapa kasus ditemukan voucher yang tidak aktif atau kosong setelah digunakan. Dalam perspektif fiqih muamalah, kondisi ini berpotensi mengandung unsur gharar (ketidakpastian) karena manfaat dari objek akad belum dapat dipastikan saat transaksi berlangsung. Meskipun demikian, apabila penjual memberikan solusi berupa penggantian voucher atau pengembalian uang, maka hal tersebut dapat menjadi bentuk tanggung jawab yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kerelaan dalam transaksi menurut hukum Islam. Kata kunci: Fiqih Muamalah, Jual Beli, Voucher Internet, Gharar. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.14 Ilmu Fiqh, Fiqih, Fikih | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 May 2026 03:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 04:27 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
