ABDUL DZIKRI, - (2026) KONTEKSTUALISASI MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-AN’AM AYAT 165 (Studi Komparatif Antara Penafsiran Al-Razi dan Al-Maraghi). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
1 TANPA BAB 4 DZIKRI - Abdul Dzikri.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
2 BAB 4 DZIKRI - Abdul Dzikri.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
Surat pernyataan persetujuan publikasi-1 - Abdul Dzikri.pdf - Published Version Download (626kB) | Preview |
Abstract
Kontekstualisasi manusia sebagai khalifah merupakan gagasan fundamental dalam Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan kedudukan, tanggung jawab moral, dan peran manusia dalam mengelola kehidupan di bumi. Al-Qur’an Surah Al-An‘am ayat 165 secara tegas menempatkan manusia sebagai khalifah yang diberi amanah dan diuji melalui perbedaan derajat serta karunia yang dianugerahkan Allah Swt. Namun, pemaknaan terhadap kontekstualisasi manusia sebagai khalifah tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan, metodologi, dan konteks sosial para mufasir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi manusia sebagai khalifah dalam QS. Al-An‘am ayat 165 melalui studi komparatif antara penafsiran Fakhruddin Al-Razi dan Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode komparatif (muqāran). Sumber data primer diperoleh dari kitab Mafātiḥ Al-Ghayb karya Fakhruddin Al-Razi dan Tafsīr Al-Marāghī karya Ahmad Musthafa Al-Maraghi, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir dan kajian ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan mengkaji persamaan dan perbedaan penafsiran kedua mufasir terkait makna kekhalifahan, ruang lingkup tanggung jawab manusia, serta implikasi etis dan sosial dari ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Razi menafsirkan kontekstualisasi manusia sebagai khalifah dengan pendekatan filosofis-teologis yang menekankan peran akal, hikmah ilahi, dan dimensi ujian moral dalam pelaksanaan kekhalifahan. Sementara itu, Al-Maraghi menekankan pendekatan sosial kontekstual dengan mengaitkan kekhalifahan pada tanggung jawab praktis manusia dalam menegakkan keadilan, membangun kehidupan sosial yang bermartabat, serta menghindari kerusakan. Kontekstualisasi dari kedua penafsiran tersebut menunjukkan bahwa manusia sebagai khalifah memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan kontemporer, terutama dalam bidang kepemimpinan, etika sosial, dan tanggung jawab ekologis. Kata kunci: kontekstualisasi, khalifah, QS. Al-An‘am: 165, Al-Razi, Al-Maraghi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 02:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Jan 2026 02:45 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
