TRI KURNIASIH, - (2026) STUDI KOMPARATIF PENDAPAT MAHMUD SYALTUT DAN YUSUF AL-QARDHAWI MENGENAI NASAB ANAK DARI WANITA YANG DISEWA RAHIMNYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI TRI KURNIASIH - Tri Kurniasih.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Tri Kurniasih.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PUBLIKASI)
pernyataan publis - Tri Kurniasih.pdf Download (527kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Tri Kurniasih, (2026) Studi Komparatif Pendapat Mahmud Syaltut dan Yusuf Al-Qardhawi Mengenai Nasab Anak Dari Wanita Yang Disewa Rahimnya Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi dengan adanya praktik sewa rahim (surrogate mother) sebagai bagian dari teknologi bayi tabung yang menimbulkan permasalahan kompleks dalam hukum Islam, khususnya status nasab anak yang lahir dari rahim wanita meskipun embrio berasal dari suami-istri sah. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu tentang pendapat Mahmud Syaltut dan Yusuf Al-Qardhawi mengenai nasab anak dari wanita yang disewa rahimnya, dalil yang digunakan serta analisis fiqh muqaranahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat Mahmud Syaltut dan Yusuf Al-Qardhawi mengenai nasab anak dari wanita yang disewa rahimnya, dengan dalil yang digunakan serta analisis fiqh muqaranahnya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan Fiqh Muqaranah, menggunakan metode studi kepustakaan (library research) terhadap karya-karya Syaltut dan Qardhawi seperti pada buku Al-Fatawa karya Mahmud Syaltut, dan Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid III karya Yusuf Al-Qardahawi, dan beberapa sumber lainnya. Data diolah melalui maqashid syari‟ah, qiyas, serta maslahah mursalah untuk mengungkap ikhtilaf dan kesepakatan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahmud Syaltut mengharamkan sewa rahim dan menetapkan ibu pengganti sebagai ibu nasab anak berdasarkan Q.S. Al-Mujadalah: 2 dan Al-Ahqaf: 15 bahwa ibu adalah yang mengandung dan melahirkan, melalui ijtihad qiyas dan ra'yi yang menekankan perjuangan fisik pengandungan. Sebaliknya, Yusuf Al-Qardhawi juga mengharamkannya, namun nasab anak kembali ke pemilik ovum (istri sah) berdasarkan Q.S. Al-Mu'minun: 12-14 dan QS. Al-Furqan: 54, melalui ijtihad istislahi berbasis maslahah mursalah demi hifz al-nasl (memelihara keturunan) dengan faktor genetik. Analisis fiqh muqaranah mengungkap perbedaan pendekatan: Syaltut tekstual-tradisional (prioritas pengandungan fisik), sedangkan Qardhawi kontekstual-biomedis (prioritas faktor genetik). Keduanya sepakat praktik ini haram karena mudharatnya melebihi maslahat, memperkaya pemahaman fiqh kontemporer tentang teknologi reproduksi. Kata kunci : sewa rahim, ibu pengganti, Mahmud Syaltut, Yusuf Al-Qardhawi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:51 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:51 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93079 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
