SITI ZUMROTIN KAMIL (2026) RIDDAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI TAFSIR MAUDHU’I TENTANG KONSEKUENSI TEOLOGIS KEIMANAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV SITI ZUMROTIN KAMIL - SITI ZUMROTIN KAMIL Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV SITI ZUMROTIN KAMIL - SITI ZUMROTIN KAMIL Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PUBLIKASI - SITI ZUMROTIN KAMIL Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Download (358kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Riddah dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Tafsir Maudhu‘i tentang Konsekuensi Teologis Keimanan”. Fenomena riddah merupakan persoalan penting dalam kajian Al-Qur’an karena berkaitan langsung dengan keimanan dan memiliki implikasi teologis yang serius terhadap hubungan manusia dengan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep riddah sebagaimana dipaparkan dalam Al-Qur’an serta menganalisis konsekuensi teologis keimanan bagi pelaku riddah berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Rumusan masalah dalam skripsi ini meliputi: (1) bagaimana konsep riddah dalam perspektif Al-Qur’an, dan (2) apa saja konsekuensi teologis keimanan bagi pelaku riddah yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir tematik (tafsir maudhu‘i), yaitu dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan riddah, kemudian dianalisis secara sistematis berdasarkan konteks ayat, asbāb al-nuzūl, serta penafsiran mufassir klasik dan kontemporer, seperti al-Qurṭubi, Ibn Kaṡīr, dan M. Quraish Shihab. Data penelitian bersumber dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, serta literatur pendukung berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memaknai riddah sebagai bentuk pengingkaran terhadap keimanan setelah menerima kebenaran, yang dipandang sebagai pelanggaran teologis terhadap komitmen iman. Selain itu, Al-Qur’an menegaskan bahwa riddah membawa konsekuensi teologis keimanan yang serius, antara lain gugurnya amal perbuatan, tidak diterimanya taubat, hilangnya hidayah, serta ancaman kemurkaan dan azab Allah di akhirat. Dengan demikian, riddah dalam perspektif Al-Qur’an tidak dipahami sekadar sebagai pilihan pribadi, melainkan sebagai perbuatan yang berdampak langsung pada status keimanan dan hubungan teologis manusia dengan Allah. Kata kunci: Riddah, Tafsir Maudhu‘i, Konsekuensi Teologis Keimanan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 07:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 07:02 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92875 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
