Rudi Apriandi and Arisman (2025) RUH SYARIAH DALAM AKAD PERNIKAHAN MODERN: menimbang tujuan syariat di balik model akad kontemporer. UIN Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. ISBN 9786349634946
|
Text
Surat Pernyataan Rudi Apriandi_Desember 2025.pdf Download (246kB) | Preview |
|
|
Text
Ruh syariat dibalik akad pernikahan modern gabung.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Pernikahan dalam islam bukan sekadar perikatan lahir antara dua insan, melainkan sebuah nitsaqan ghalizan-perjanjian suci yang menyatukan tanggung jawab spiritual, moral, dan sosial. Melalui pernikahan manusia tidak hanya memenuhi fitrah biologisnya, tetapi juga menjalankan misi ketuhanan dalam menjaga kehormatan, keturunan, dan kemaslahatan hidup. Karena itu, pernikahan selalu dipandang sebagai lembaga sakral yang memelihara tatanan masyarakat dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi beriman dan berakhlak mulia. Namin, seiring laju modernitas, konsep dan praktik pernikahan mengalami perubahan yang signifikan. Muncul berbagai bentuk akad pernikahan kontemporer yang tidak dikenal dalam literatur klasik: nikah misyar, nikah sipil (madani), hingga nikah eksperimental. Sebagaian di antaranya tampak sah secara formal, karena memenuhi rukun dan syarat yang digariskan oleh fikih, tetapi secara substansial justru menjauh dari ruh dan tujuan syariat islam (maqasid al-sya'riah). Fenomena ini menjadi tantangan baru bagi umat islam modern: bagaimana memahami hukum pernikahan tidak hanya dari sisi bentuk lahiriah, tetapi juga sari nilai-nilai maqasid yang mendasarinya
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | 200 Agama |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ms. Nilam Badriyah |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 03:37 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 03:37 |
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91935 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
