AZIZAH ARROYAN, - (2025) ANALISIS HADIS TENTANG KEPEMILIKAN HARTA ANAK TERHADAP ORANG TUA SERTA RELEVANSINYA DALAM BIRRUL WALIDAIN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Gabungan)
SKRIPSI AZIZAH ARROYAN - Azizah Arroyan.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (Hasil)
BAB IV - Azizah Arroyan.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN UPLOAD - Azizah Arroyan.pdf - Published Version Download (520kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Analisis Hadis Tentang Kepemilikan Harta Anak Terhadap Orang Tua serta Relevansinya dalam Birrul Walidain”. Latar belakang dalam penelitian ini berangkat dari hadis tentang kepemilikan harta anak terhadap orang tua banyak yang kemudian merasa kewajiban untuk membantu orang tua justru membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pribadi dan impian hidup mereka sendiri. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimana status dan pemahaman hadis tentang kepemilikan harta anak terhadap orang tua dalam kitab Sunan Abu Daud nomor 3532 (2) bagaimana analisis hadis tentang kepemilikan harta anak terhadap orang tua serta relevansinya dengan birrul walidain. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dan metode penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah: Pertama, Status hadis tentang nafkah kepada orang tua yang terdapat dalam Sunan Abu Daud nomor 3532 merupakan hadis yang berkualitas sahih dan pemahaman hadis menunjukkan bahwa anak dan hartanya secara syar’i merupakan bagian dari hasil usaha orang tua, sehingga orang tua memiliki hak untuk memanfaatkan harta anaknya selama tidak bertujuan untuk merampas atau merugikan anak secara zalim. Hal ini tidak berarti orang tua boleh semena-mena, tetapi lebih kepada hak moral dan spiritual sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak. Kedua, Analisis hadis tentang kepemilikan harta anak terhadap orang tua serta relevansinya dengan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dalam Islam bukan hanya mencakup sikap hormat dan tutur kata yang baik, tetapi juga bentuk dukungan finansial, terutama saat orang tua sudah lanjut usia dan tidak produktif lagi. Dalam hal ini, hadis tersebut memberikan dasar hukum dan etika bahwa anak wajib memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri menjadi sumber legitimasi etis dan spiritual bahwa membantu orang tua bukanlah beban, melainkan bagian dari ibadah dan bakti. Kata Kunci: Birrul Walidain, Kepemilikan Harta, Hadis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2025 01:53 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2025 01:53 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91000 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
