Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONSEP KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF AL-QURTHUBI DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI (STUDI KOMPARATIF)

SITI AISYAH HRP, - (2025) KONSEP KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF AL-QURTHUBI DAN WAHBAH AZ-ZUHAILI (STUDI KOMPARATIF). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Gabungan)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - SITI AISYAH HRP Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (Hasil)
BAB HASIL - SITI AISYAH HRP Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIKASI - SITI AISYAH HRP Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (320kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Konsep Kafa’ah dalam Pernikahan Perspektif Al-Qurthubi dan Wahbah Az-Zuhaili (Studi Komparatif)”. Kafa’ah dalam pernikahan merupakan konsep kesepadanan antara calon suami dan istri yang meliputi aspek agama, akhlak, materi, dan sebagainya, agar pada saat menjalani kehidupan rumah tangga pasangan dapat terhindar dari percekcokan karena ketidaksepahaman. Namun, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai peran harta dalam kafa’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana al-Qurthubi dan Wahbah az-Zuhaili menafsirkan konsep kafa’ah dalam Surah An-Nur ayat 32 serta membandingkan persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan analisis tafsir komparatif berdasarkan karya tafsir kedua mufasir, serta literatur pendukung sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep kafa’ah dalam pernikahan diambil dari penafsiran al-Qurthubi dan Wahbah az-Zuhaili pada surah an-nur ayat 32 mencakup aspek materi dan spiritual. Kedua mufassir sepakat bahwa kafa’ah sebagai kesepadanan terutama dalam aspek agama dan kesalehan, serta menegaskan peran wali dalam pernikahan. Keduanya menggunakan metode tahlili dengan corak fiqih, akan tetapi az-Zuhaili memadukan corak fiqih dan sosial kemasyarakatan. Perbedaan utama terletak pada sumber penafsiran dan penekanan harta; al-Qurthubi lebih dominan menggunakan riwayat dan menitikberatkan janji Allah memberikan kecukupan, sedangkan Wahbah az-Zuhaili memadukan riwayat dan ijtihad serta menjelaskan kesiapan ekonomi (kemampuan membayar mahar dan nafkah) sebagai bagian dari kafa’ah. Kata Kunci: Konsep Kafa’ah, Tafsir al-Qurthubi, Tafsir al-Munir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorALI AKBAR, -2017126401ali.akbar@uin-suska.ac.id
Thesis advisorFATMAH TAUFIK HIDAYAT, -2011088702fatmah.taufik.hidayat@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 23 Jul 2025 04:22
Last Modified: 29 Jul 2025 03:14
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90709

Actions (login required)

View Item View Item