IBNU EKA PRATAMA, - (2025) ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR TENTANG PEMBAGIAN WARISAN 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS IBNU EKA PRATAMA - IBNU EKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - IBNU EKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN UPLOAD - IBNU EKA.pdf - Published Version Download (292kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Ibnu Eka Pratama (2025): ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR TENTANG PEMBAGIAN WARISAN 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Artikel ini membahas pemikiran Muhammad Syahrur tentang pembagian warisan dalam Islam, khususnya mengenai bagian anak laki-laki yang memperoleh dua kali lipat dari bagian anak perempuan (2:1). Pendekatan ini secara historis merupakan bagian dari sistem mawarits Islam berdasarkan Al-Qur'an surat An- Nisā' ayat 11. Namun, dalam konteks sosial modern, ketentuan ini memunculkan pertanyaan baru tentang relevansi dan keadilannya, khususnya dalam situasi di mana perempuan juga menjadi pencari nafkah utama. Syahrur menawarkan pendekatan hermeneutika yang berbeda melalui teori hudud (batas maksimal dan minimal), dengan menyatakan bahwa angka 2:1 merupakan batas atas yang tidak bersifat absolut. Artikel ini merupakan library research dengan fokus analisa pada analysis content, dengan mengambil data-data primer dari buku karya Syahrur berjudul Nahwa Ushul Jadidah li Fiqh Islami dan al-Kitab wa al-Qur'an Qira'ah Mu'asirah yang merekonstruksi hukum-hukum Islam sesuai dengan konsep yang dibawanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Syahrur memberikan ruang bagi reinterpretasi hukum waris yang lebih kontekstual di masa sekarang, dengan menjadikan bagian-bagian yang telah ditentukan di dalam Al-Qur’an sebagai batasan bukan bagian yang telah dimutlakkan, sehingga bisa saja laki-laki mendapatkan dua kali lipat bagian dari perempuan, atau sama, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kontekstual yang berlaku secara kasuistis. Pendekatan ini juga menimbulkan kontroversi karena menyimpang dari konsensus ulama klasik yang memberlakukan ayat-ayat waris sebagaimana lafaznya. Kata kunci: Hukum Islam, warisan, Muhammad Syahrur
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2025 01:07 | ||||||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2025 01:07 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90263 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
