M. IRFAN ROLANDO, - (2025) KRITIK BAQIR AL-SHADR (1935-1980 M) TERHADAP FILSAFAT POSITIVISME TENTANG METAFISIKA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - MUHAMMAD IRFAN ROLANDO Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
HASIL DAN PEMBAHASAN - MUHAMMAD IRFAN ROLANDO Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (619kB) |
||
|
Text (Surat Pernyataan)
img20250710_13203397 - MUHAMMAD IRFAN ROLANDO Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (100kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengangkat topik Kritik Baqir al-Shadr (1935-1980 M) terhadap Filsafat Positivisme tentang Metafisika. Paradigma positivisme yang meminggirkan metafisika sebagai klaim utamanya menjadi arus dominan dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui metode empirisnya. Positivisme menolak validitas pengetahuan yang tidak dapat diverifikasi secara empiris, sehingga segala bentuk pemikiran metafisis dianggap tidak bermakna. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi hegemoni intelektual Barat terhadap pandangan dunia Islam karena masifnya perkembangan positivisme pada masa itu. Melalui karyanya yang berjudul Falsafatunā, al-Shadr menyampaikan kritik terhadap asumsi dasar positivisme yang menolak metafisika. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang alasan mengapa metafisika tidak mungkin dipinggirkan dalam perkembangan filsafat dan sains yang dengannya menunjukkan kecacatan dalam asumsi dasar positivisme tentang metafisika itu sendiri. Dalam pembahasan ini, penulis menguraikan dua pokok permasalahan utama yaitu: pertama, bagaimana metafisika dalam pemikiran positivisme ?; dan kedua, apa kritik tajam yang dilontarkan al-Shadr terhadap pandangan positivisme tentang metafisika ?. Dalam menjawab rumusan masalah ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan filsafat. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa positivisme memandang metafisika sebagai pengetahuan yang tidak bermakna yang hanya berisikan ungkapan-ungkapan emosional karena tidak memenuhi aturan sintaksis logis dan tidak dapat diberikan kriteria empiris. Baqir al-Shadr menilai bahwa serangan positivisme terhadap metafisika sejatinya meruntuhkan pondasi dasar positivisme itu sendiri. Bahwa sains yang sangat kental dengan nuansa empirisnya tidak bisa dipisahkan dari metafisika yang berperan sebagai landasan ontologis bagi kajian sains. Karya-karyanya merupakan respons terhadap tantangan modernitas dan upaya dalam mempertahankan tradisi filsafat maupun agama Islam karena metafisika merupakan komponen paling inti dari keduanya. Kata Kunci: Kritik, Baqir al-Shadr, Pemikiran, Metafisika, Positivisme
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 07:01 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Jul 2025 07:01 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
