IMEL LESTARI, - (2025) SINONIMITAS KATA WAS-WAS DAN NAZAGHA DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV IMEL LESTARI - IMEL LESTARI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV IMEL LESTARI - IMEL LESTARI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PUBLIKASI - IMEL LESTARI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (291kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Sinonimitas Kata Was-Was dan Nazagha dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik”. Penelitian ini mengkaji konsep sinonimitas dalam Al-Qur’an yang berfokus pada makna lafaz was-was dan nazagha. Dalam kajian sinonimitas (Taraduf), para ulama berbeda pendapat mengenai kemungkinan adanya kata-kata yang memiliki makna serupa dalam Al-Qur’an. Dua lafaz yang sering dianggap sinonim adalah was-was dan nazagha, yang secara harfiah sering diterjemahkan sebagai bisikan atau gangguan. Kendati demikian, dalam perspektif semantik, kedua lafaz ini memiliki nuansa makna yang berbeda tergantung pada konteks ayat yang memuatnya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penafsiran kata was-was dan nazagha dalam Al-Qur’an? (2) Bagaimana analisis semantik terhadap kata was-was dan nazagha dalam Al-Qur’an? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran para mufassir terhadap kata was-was dan nazagha dalam Al-Qur’an serta untuk Untuk mengetahui analisis semantik pada kata was-was dan nazagha dalam al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan metode tematik (maudhu’i). Data utama diperoleh dari Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang bercorak lughawi seperti Tafsir al-Kasysyaf karya al-Zamakhsyari, Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Anwar al-Tanzil karya al-Baidhawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lafaz was-was merujuk pada bisikan halus yang masuk ke dalam hati manusia secara perlahan dan menyebabkan keraguan atau kecemasan batin. Sementara itu, lafaz nazagha bisikan yang lebih menggambarkan gangguan, yang mendorong manusia untuk terlibat dalam pertentangan, amarah, atau tindakan menyimpang yang nyata. Dengan demikian, meskipun keduanya memiliki akar makna yang mirip, terdapat perbedaan kontekstual dan psikologis yang membedakan keduanya dalam Al-Qur’an. Kata Kunci: Sinonimitas, Was-Was, Nazagha, Semantik, dan Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:51 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:51 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89476 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
