Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MAKNA ATSAR AS-SUJUD PERSPEKTIF IBNU ‘ASYUR DALAM TAFSIR AL-TAHRIR WA AT-TANWIR (ANALISIS PENAFSIRAN Q.S AL-FATH AYAT 29)

HALIMATUL JANNAH, - (2025) MAKNA ATSAR AS-SUJUD PERSPEKTIF IBNU ‘ASYUR DALAM TAFSIR AL-TAHRIR WA AT-TANWIR (ANALISIS PENAFSIRAN Q.S AL-FATH AYAT 29). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV HALIMATUL JANNAH - HALIMATUL JANNAH Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV HALIMATUL JANNAH - HALIMATUL JANNAH Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT IZIN PUBLIKASI - HALIMATUL JANNAH Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (396kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Makna Atsar As-Sujud Perspektif Ibnu ‘Asyur Dalam Tafsir Al-Tahrir Wa at-Tanwir (Analisis Penafsiran Q.S Al-Fath Ayat 29)” Penelitian ini dilatarbelakangi dari melihat realitas di masyarakat, tidak sedikit orang memahami bahwa seseorang yang memiliki jidat hitam menunjukkan kuantitas sujud yang dia lakukan, atau ahli ibadah. Ini diasumsikan karena bekas dahi yang sering tergesek dengan alas atau sajadah saat bersujud. Untuk mengkaji permasalahan tersebut peneliti mengangkat rumusan masalah pertama bagaimana penafsiran surah al-fath ayat 29 menurut Ibnu ‘Asyur dalam tafsir al-tahrir wa at-tanwir kedua bagaimanakah analisis makna atsar as-sujud menurut Ibnu ‘Asyur dalam tasir al-tahrir wa at-tanwir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan dalam menyusun skripsi ini penulis mengambil data dari buku-buku tafsir seperti tafsir al-tahrir wa at-tanwir, dan sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian tersebut dapat di ambil beberapa kesimpulan pertama, Menurut penafsiran Ibnu Asyur bahwa kata atsar as-sujud ada tiga pemaknaan dalam memaknainya. Pertama, makna atsar as sujud tanda fisik bekas nyata di dahi akibat seringnya bersujud, seperti noda hitam yang muncul karena tekanan dahi ke tanah. Ini diakui sebagai tanda yang muncul secara alami, bukan hasil rekayasa, dan merupakan bukti keikhlasan dalam ibadah. Kedua, pengaruh psikologis atau spiritual pancaran cahaya keimanan dan ketenangan yang memancar dari wajah seorang mukmin, bukan karena tanda fisik, tetapi hasil dari kedekatan hati dengan Allah. Ini menunjukkan karakter yang penuh ketundukan dan khusyuk dalam ibadah. Ketiga, tanda pada hari kiamat, cahaya yang akan muncul sebagai tanda kehormatan bagi orang-orang beriman di hari akhir. Kedua, maqasid al-Qur'an dari kata Atsar as-sujud iyalah (tahdhib al-akhlaq) memperbaiki akhlak. Keduanya berfokus pada pembentukan karakter yang baik. Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya menegaskan bahwa salah satu aspek penting dari akhlak adalah kerendahan hati dan ketundukan, yang dapat dicapai melalui penghayatan mendalam terhadap makna sujud. Kata Kunci : Atsar As-Sujud, Ibnu ‘Asyur, Al-Tahrir Wa At-Tanwir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJANI ARNI, -2017018201Jani.arni@uin-suska.ac.id
Thesis advisorEDI HERMANTO, -2018078601edi.hermanto@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Ms. Hidayani
Date Deposited: 23 Jun 2025 08:14
Last Modified: 23 Jun 2025 08:14
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88780

Actions (login required)

View Item View Item