Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TARADUF DALAM AL-QUR’AN:MAKNA LAFADZ AL-LAMZU, AL-SUKHRIAH, DAN AL-ISTIHZA' DALAM KAJIAN SEMANTIK

ALFAKHRUL HAMDANI, - (2025) TARADUF DALAM AL-QUR’AN:MAKNA LAFADZ AL-LAMZU, AL-SUKHRIAH, DAN AL-ISTIHZA' DALAM KAJIAN SEMANTIK. Skripsi thesis, UIN SUSKA.

[img]
Preview
Text
SURAT SERAH TERIMA KEASLIAN KARYA TULIS , ALFAKHRUL - ALFAKHRUL HAMDANI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV - ALFAKHRUL HAMDANI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - ALFAKHRUL HAMDANI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (983kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul "Taraduf Dalam Al-Qur’an: Makna Lafadz al-Lamzu, al-Sukhriah, dan al-Istihza’ Dalam Kajian Semantik". Penelitian ini mengkaji tentang taraduf dalam Al-Qur’an, dengan fokus pada makna al-Lamzu, al-Sukhriah, dan al-Istihza’. Secara etimologis, taraduf berarti saling mengikuti atau sinonim, yang menunjukkan adanya kesamaan makna pada beberapa lafadz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna taraduf pada lafadz al-Lamzu, al-Sukhriah, dan al-Istihza’ dalam Al-Qur’an menurut mufassir dan untuk mengetahui semantik kontekstual yang terdapat pada ketiga lafadz tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis semantik. Sedangkan teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik). Adapun hasil penelitian ini: (1) Makna al-Lamzu yaitu mencela, mengumpat, dan menghina dengan menggunakan isyarat. Makna al-Sukhriah yang memiliki arti menundukkan dan merendahkan, kemudian berkembang menjadi menghina karena sebagian ayat Al-Qur’an menjelaskan perilaku orang yang merendahkan sesama manusia. Sementara itu, al-Istihza memiliki makna tingkatan yang lebih tinggi dalam mengolok-olok terhadap Allah dan Rasul-Nya (2) Lafadz al-Lamzu secara konteksnya adalah tindakan mencela atau menyebut-nyebut orang lain dengan lisan secara tersembunyi yang bertujuan merendahkan dan menghina. Kemudian, lafadz al-Sukhriah secara konteksnya, bukan sekadar bercanda atau guyonan, melainkan penghinaan yang bertujuan melemahkan dan merendahkan martabat orang beriman karena perbedaan status sosial dan kondisi ekonomi mereka. Sementara itu, lafadz al-Istihza’ secara konteks bukan sekadar bercanda, melainkan penghinaan yang serius dan berulang yang menunjukkan sikap sombong dan penolakan terhadap kebenaran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAGUSTIAR, -2005087101agustiar_abbas@yahoo.com
Thesis advisorSUJA'I SARIFANDI, -2003057001asyuja@gmail.com
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Gusneli -
Date Deposited: 18 Jun 2025 06:31
Last Modified: 18 Jun 2025 06:32
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88662

Actions (login required)

View Item View Item