AHMAD JUNAIDI, - (2025) FERMENTABILITAS RUMEN PELLET BERBAHAN SILASE EMPULUR BATANG SAWIT YANG DITAMBAH LEGUMINOSA SEBAGAI SUMBER PROTEIN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - Ahmad Junaidi.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
FILE HASIL PENELITIAN (BABIV) - Ahmad Junaidi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (548kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PUBLIKASI - Ahmad Junaidi.pdf - Published Version Download (117kB) | Preview |
Abstract
AHMAD JUNAIDI(2025) : FERMENTABILITAS RUMEN PELLET BERBAHAN SILASE EMPULUR BATANG SAWIT YANG DITAMBAH LEGUMINOSA SEBAGAI SUMBER PROTEIN,,Empulur batang kelapa sawit adalah limbah biomassa berlignin, selulosa, dan hemiselulosa yang memiliki potensi besar dimanfaatkan sebagai pakan. Untuk meningkatkan kualitasnya, empulur dapat diproses menjadi silase dan pellet, serta ditambahkan leguminosa untuk meningkatkan kandungan protein guna mendukung kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fermentabilitas rumen pascainkubasi pellet berbahan silase empulur batang sawit yang ditambah leguminosa sebagai sumber protein secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya terdiri atas P1: SEBS + Dedak Padi Halus + Daun Ubi Kayu (kontrol), serta P2, P3, dan P4 masing-masing 14% indigofera, 15% lamtoro dan 14% kalopo. Parameter yang diukur adalah pH, amonia, dan total VFA. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, perbedaan nilai parameter antar perlakuan diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil anaisis ragam menunjukkan penambahan leguminosa pada pellet berbahan silase empulur batang sawit memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) pada pH cairan rumen, dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) pada amonia dan VFA. Penambahan indigofera menghasilkan nilai amonia tertinggi dengan nilai 14,3 mM. Penambahan kalopo menghasilkan nilai VFA tertinggi dengan nilai 147 mM. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan 14% indigofera dalam pembuatan pellet berbahan dasar silase empulur batang sawit dapat mempertahankan pH rumen tetap dalam keadaan normal, tetapi tidak dapat menurunkan amonia dan tidak dapat meningkatkan produksi total VFA. Kata Kunci: Empulur batang sawit, fermentabilitas, leguminosa, pellet, silase.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 636 Peternakan | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2025 03:07 | ||||||||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2025 03:07 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88495 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
