Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN ANAK PASCA PERCERAIAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DESA GOBAH KEC.TAMBANG, KAB.KAMPAR)

FITRI RAHMADANI (2025) PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN ANAK PASCA PERCERAIAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DESA GOBAH KEC.TAMBANG, KAB.KAMPAR). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
surat pernyataan - ipit rahmadani.pdf - Published Version

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB HASIL (IV) - ipit rahmadani.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text
BAB HASIL (IV) - ipit rahmadani.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 2025.

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Sheldania Nanda Azzahra, (2025) : Peran Tokoh Masyarakat Dalam Perlindungan Anak Pasaca Perceraian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Dan Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian di Indonesia yang berdampak langsung terhadap anak-anak sebagai pihak yang rentan. Dalam proses perceraian, anak sering kali menjadi korban dari konflik orang tua, baik secara emosional, psikologis, maupun dalam hal pemenuhan hak-haknya. Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Pasal 72 Ayat 3 secara tegas mengatur tanggung jawab orang tua dalam perlindungan anak, namun dalam praktiknya, perlindungan ini belum sepenuhnya terealisasi. Dalam konteks hukum Islam, perlindungan terhadap anak merupakan bagian dari maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan dan jiwa. Oleh karena itu, peran tokoh masyarakat sebagai agen sosial sangat penting dalam memastikan hak anak tetap terlindungi pasca perceraian. Pe.ne.litian ini be.rtujuan untuk me.nge.tahui bagaimana peran tokoh masyarakat dalam perlindungan anak pasca perceraian berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Pasal 72 Ayat 3 dan hukum Islam dan bagaimana analisis hukum Islam mengenai peran tokoh masyarakat dalam perlindungan anak pasca perceraian berdasarkan UU tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif empiris. Pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan kaidah-kaidah dalam hukum Islam yang berkaitan dengan perlindungan anak pasca perceraian. Sedangkan pendekatan empiris dilakukan untuk melihat realitas atau praktik hukum di masyarakat, khususnya peran tokoh masyarakat dalam perlindungan anak pasca perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat di Desa Gobah memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak yang terdampak perceraian orang tua. Peran ini dilakukan melalui pendekatan sosial dan keagamaan, seperti memberikan nasihat, menjadi mediator antara pihak yang bercerai, serta mengawasi secara moral pemenuhan hak-hak anak, khususnya hak kasih sayang, nafkah, pendidikan, dan tempat tinggal yang layak. Meskipun tidak memiliki kewenangan hukum formal, kehadiran tokoh masyarakat cukup efektif dalam menciptakan stabilitas psikologis anak pasca perceraian dan menjaga nilai-nilai sosial keislaman dalam masyarakat. Kata Kunci : Hukum Islam, Perlindungan Anak, Perceraian, Hadhanah, UU No. 35 Tahun 2014.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSUBHAN, -2017107301UNSPECIFIED
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah-S2
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 11 Jun 2025 03:38
Last Modified: 11 Jun 2025 03:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88461

Actions (login required)

View Item View Item