“PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PENGUPAHAN DALAM PROFESIONALITAS KERJA”

Zulkifli, (2014) “PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PENGUPAHAN DALAM PROFESIONALITAS KERJA”. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (181kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (39kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (77kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (6kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (70kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PENGUPAHAN DALAM PROFESIONALITAS KERJA” Adapun pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pemikiran Ibnu Khalbun tentang pengupahan pekerja professional, bagaimana pengupahan bagi pkerja di dunia usaha menurut hokum Islam Penelitian karya ilmiah ini merupakan penelitian pustaka (library reseach ), maka untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan adalah dengan mengkaji dan menelaah buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti antara lain :buku Muqaddimah Ibnu Khaldun, sejarah pemikiran ekonomi Islam, karangan Adiwarman,A. Karim dan buku-buku pendukung lainnya. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode Deskriptif analitik, Deduktif, dan induktif. Dalam mekanisme pasar dan dunia kerja, upah sangat berperan penting dalam menentukan kebijakan dan standar kualitas kerja yang dihasilkan dari para pekerja. Upah adalah sesuatu yang timbul dari kerja msnusia. Juga seperti upah adalah suatu produk sama dengan tenaga kerja yang dikandungnya” laba yang dihasilkan manusia adalah nilai yang terealisasi dari kerjanya”. Tela’ah tentang pengupahan dalam dunia kerja telah menjadi bagian terpenting dalam kajian ekonomi.dan mengungkapkan bahwa upah merupakan suatu yang sangat urgens pada setiap pekerja. Keuntungan atau upah yang diperoleh oleh manusia merupakan nilai yang ditimbulkan dari kerja mereka. Kalau seseorang menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mampu bekerja, pasti ia tidak memperoleh keuntungan. Upah yang didapatkan seseorang tergantung sejauh mana ia mampu mengaktualisasikan kemampuannya seprofesional mungkin. Keahlian adalah salah satu ciri profesional seseorang dalam kerjanya. Bahkan upah menurut konsep Islam adalah sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Masalah upah demikian penting dan berpengaruh luas hingga masyarakat dapat di pengaruhi olehnya. Jika para pekerja tidak mendapatkan upah secara adil dan wajar, ini tidak hanya akan mempengaruhi daya beli dan taraf hidup para buruh serta keluarganya, bahkan secara tidak lansung akan berpengaruh terhadap sebuah komunitas. Kemudian dari penelitian ini dapatlah di pahami bahwa pengupahan yang sesuai dengan hukum Islam itu adalah yang sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Sejauh mana ia bekerja, dan seseprofesional nungkin ia dalam beberja maka semakin besar upah yang ia terima. Dan juga tergantung dari segi permintaan dan pemawaran. Salah seorang filosof muslim terbesar, Ibnu Khaldun disebut sebagai “ Bapak Ekonomi” umat Islam. Konsep orisinil dari seorang filosof besar ini sangat penting untuk mengetahui relevensinya dengan konsep dan keadaan ekonomi sekarang, terutama yang berkaitan dengan masalah upah kerja (gaji). s

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 22 Aug 2016 08:53
Last Modified: 22 Aug 2016 08:53
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6431

Actions (login required)

View Item View Item