GURU DAN MURID DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN NASIONAL (STUDI ATAS KITAB IHYA’ ULUM AD-DIN)

Robi'ah (2014) GURU DAN MURID DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN NASIONAL (STUDI ATAS KITAB IHYA’ ULUM AD-DIN). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (59kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (23kB) | Preview

Abstract

i Munculnya sikap-sikap negatif, seperti tidak menghargai dan menghormati para guru serta adanya tawuran, pelecehan, pemerkosaan dan juga pembunuhan yang dilakukan oleh peserta didik di negara ini, merupakan indikasinya merosotnya perilaku bermoral. Oleh karena itu, perlu dilakukan reorientasi makna guru dan murid dalam konteks kekinian. Salah seorang tokok muslim yang mencoba mengartikulasi konsep guru dann murid dalam proses penddikan adalah Imam Al-Ghazali. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pandangan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulum ad-Din tentang guru dan murid? Dan bagaimana implementasinya dalam Kurikulum Pendidikan Nasional terutama pada Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 10 ayat (1). Data penelitian ini adalah buku Ihya’ Ulum ad-Din dan buku lain yang berkaitan dengan konsep-konsep guru dan murid. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan content analisis atau analisa isi.Selanjutnya dikategorisasikan (dikelompokkan) dengan data yang sejenis, dan dianalisa isinya secara kritis gunamendapatkan formulasi yang kongkrit dan memadai, sehingga pada akhirnya dijadikan sebagai langkah dalam mengambil kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan masalah yang ada. Hasil penelitian adalah pertama, menurut Imam Al-Ghazali, guru adalah (1). Memiliki rasa kasih sayang kepada murid sebagaimana anaknya sendiri. (2). Mengikuti teladan Rasulullah SAW. (3). Tidak meninggalkan nasehat. (4). Mencegah murid dari akhlak tercela. (5) tidak mewajibkan pada murid agar mengikuti guru tertentu. (6). Memperlakukan sesuai dengan kesanggupannya. (7). Kerjasama dengan murid dan (8). Seorang guru harus mengamalkan ilmunya. Sementara tentang murid, Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa seorang murid harus: (1). Membersihkan jiwanya. (2). Tidak banyak melibatkan diri dalam urusan duniawi. (3). Jngan sombong. (4). Menghindari perbedaan pendapat para ulama’. (5). Memilih ilmu yang terpuji. (6). Fokus pada suatu bidang ilmu pengetahuan. (7). Menyempurnakan bidang ilmu tertentu. (8). Mengetahui sebab-sebab yang dapat menimbulkan kemuliaan ilmu. (9). Menghiasi bathin dan (10). Mengetahui hubungan macam-macam ilmu dan tujuannya. Kedua, dalam konteks pendidikan nasional, khusunya pada Undang undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 10 ayat )1), maka pemkiran Abu Hamid al-Ghazal terimplementasikan pada kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik dan profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 375 Kurikulum
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 28 Jun 2016 04:26
Last Modified: 28 Jun 2016 04:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/5715

Actions (login required)

View Item View Item