IMPLEMENTASI TEKNIK MEMULAI HUBUNGAN KONSELING OLEH GURU PEMBIMBING DALAM LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 PEKANBARU

Budiman, (2014) IMPLEMENTASI TEKNIK MEMULAI HUBUNGAN KONSELING OLEH GURU PEMBIMBING DALAM LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (18kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) implementasi teknik memulai hubungan konseling oleh guru pembimbing dalam layanan konseling individual dan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam implementasi teknik memulai hubungan konseling dalam layanan konseling individual di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Subjek penelitian ini adalah guru pembimbing dan siswa yang pernah mengikuti konseling individual. Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah implementasi teknik memulai hubungan konseling oleh guru pembimbing dalam layanan konseling individual. Informan kunci untuk memperoleh data utama dalam penelitian ini berjumlah 5 orang guru pembimbing, selanjutnya untuk memperoleh data pendukung berjumlah 4 orang siswa yang pernah mengikuti layanan konseling individual. Untuk pengumpulan data digunakan wawancara terhadap guru pembimbing dan siswa. Data penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif yaitu memaparkan apa adanya hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi teknik memulai hubungan konseling oleh guru pembimbing dalam layanan konseling individual adalah (1) guru pembimbing menerima siswa dengan sikap ramah tamah dan penuh perhatian. (2) kehangatan guru pembimbing menampilkan senyum yang tulus. (3) keterbukaan guru pembimbing agar siswa dapat terdorong untuk terbuka kepada pembimbing. (4) penerimaan positif dan penghargaan dari guru pembimbing membuat siswa merasa diterima, diperhatikan dan mendengarkan siswa. (5) jarak duduk guru pembimbing dengan siswa tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat idealnya dengan posisi sejajar jarak 80 cm sampai 100 cm tanpa pembatas. (6) sikap duduk guru pembimbing dengan tidak seenaknya dan sikap duduk yang tidak kaku. (7) kontak mata guru pembimbing memandang daerah pas poto secara wajar. (8) ajakan terbuka untuk berbicara (9) penstrukturan perlu dilakukan guru pembimbing kepada siswa yang belum mengetahui konseling. Sedangkan faktor yang mempengaruhi implementasi teknik memulai hubungan konseling oleh guru pembimbing dalam layanan konseling individual adalah latar belakang pendidikan guru pembimbing, pengalaman guru pembimbing, fasilitas atau perlengkapan (ruangan bimbingan konseling).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan > 373.236 Sekolah Menengah Pertama, SMP
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 04 May 2016 17:49
Last Modified: 04 May 2016 17:49
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/4426

Actions (login required)

View Item View Item