ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) SUKU BONAI KABUPATEN ROKAN HULU

Erni Susilawati, (2014) ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) SUKU BONAI KABUPATEN ROKAN HULU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Riau Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (426kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (361kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (130kB) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Pemberdayaan komunitas adat terpencil (KAT) merupaka program yang bertujuan untuk mementaskan masyarakat terisolir dari keterbelakangannya yang jauh dari sentuhan pelayanan pemerintah, sehingga program ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat medapatkan pelayanan pemerintah dengan pemberdayaan lingkungan sosial ini masyarakat diberdayakan dengan berbagai bidang salah satunya bidang pemberdayaan lingkungan sosial, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2012 Tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, antara lain: pemetaan dan pemukiman sosial, pembangunan jalan penghubung, telekomunikasi, sarana air bersih dan penerangan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah yang pertama: bagaimana pelaksanaan program pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT) Desa Bonai Kabupaten Rokan Hulu, yang kedua: apa saja faktor penghambat pemberdayaan lingkungan sosial Komunitas adat terpencil (KAT) Desa Bonai kabupaten rokan hulu. adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT) Desa Bonai kabupaten rokan hulu dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan lingkungan sosial tersebut. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 53 orang diantaranya 3 orang dijadikan sebagai key informan dan 50 orang sebagai responden. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan penyebaran angket (kuisioner). Sedangkan jenis dan sumber data adalah data primer dan data skunder. Untuk menganalisa data dalam penelitian ini peneliti melakukan pendekatan secara deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh yaitu data skunder dan data primer berupa hasil observasi, wawancara dan penyebaran angket (kuosioner). Setelah dilakukan analisa maka disimpulkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT) Desa Bonai sudah berjalan cukup baik. Berdasarkan observasi dan dari analisa data penulis melalui penyebaran angket dan wawancara maka dapat diketahui bahwa faktor peghambat pelaksanaan pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT) Desa Bonai kabupaten rokan hulu adalah lambannya pemberdayaan lingkungan sosial yang berkelanjutan, kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas dan budaya masyarakat yang masih primitif. Kata kunci: pelaksanaan program pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT) dan faktor penghambat pemberdayaan lingkungan sosial komunitas adat terpencil (KAT.)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 350 Administrasi Negara, Ilmu Kemiliteran > 351 Administrasi Negara
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Administrasi Negara
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 02 May 2016 11:08
Last Modified: 02 May 2016 11:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/4115

Actions (login required)

View Item View Item