ANALISA FATWA MAJLIS KEBANGSAAN BAGI HAL EHWAL AGAMA ISLAM MALAYSIA(MKI) TENTANG MENDAHULUKAN PELAKSANAAN WASIAT IKHTIYARIYYAH DARIWASIAT WAJIBAH

Mohd. Farzlie Syafiq Bin Mohd. Ali, (2016) ANALISA FATWA MAJLIS KEBANGSAAN BAGI HAL EHWAL AGAMA ISLAM MALAYSIA(MKI) TENTANG MENDAHULUKAN PELAKSANAAN WASIAT IKHTIYARIYYAH DARIWASIAT WAJIBAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (367kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (394kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (369kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (396kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (287kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “FATWA MAJLIS KEBANGSAAN BAGI HAL EHWAL AGAMA ISLAM MALAYSIA (MKI) TENTANG MENDAHULUKAN PELAKSANAAN WASIAT IKHTIYARIYYAH DARI WASIAT WAJIBAH”. Adapun permasalahan dalam kajian skripsi ini yaitu apa alasan Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia (MKI) tentang mendahulukan pelaksanaan wasiat ikhtiyariyyah dari wasiat wajibah dan Bagaimana fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia (MKI) tentang mendahulukan pelaksanaan wasiat ikhtiyariyyah dari wasiat wajibah menurut hukum Islam. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian, yaitu dengan melihat kepada putusan fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia (MKI) mengenai hukum pelaksanaan wasiat wajibah. Alasan MKI dalam menyatakan bahwa wasiat ikhtiyariyyah harus didahulukan dari wasiat wajibah adalah wasiat ikhtiyariyyah disebut secara qat’i dalam al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Adapun wasiat wajibah tidak di nyata dalam al-Quran maupun Sunnah Nabi saw. Wasiat wajibah adalah hukum ijtihadi yang diperselisihkan oleh para fuqaha’. Maka hukum yang bersumber dalil secara qat’i itu adalah wasiat ikhtiyariyyah dan semestinya didahulukan dari hukum yang bersumber ijtihadi yaitu wasiat wajibah. Di akhir penelitian ini, penulis menyimpulkan fatwa (MKI) tentang mendahulukan pelaksanaan wasiat ikhtiyariyyah dari wasiat wajibah. Menurut penulis, wasiat wajibah harus didahulukan dari wasiat ikhtiyariyyah. Penulis lebih cenderung mengikut pandangan tersebut karena menasakh sesuatu yang hukumnya wajib membutuhkan dalil yang jelas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 25 Feb 2016 07:52
Last Modified: 25 Feb 2016 07:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2730

Actions (login required)

View Item View Item