PERKEMBANGAN SENI KALIGRAFI DI INDONESIA (Studi Analisis Kitab Naṣhāih Al-Khaṭṭāṭīn Karya Didin Sirājuddīn)

MUHAMMAD RAFLES, (2017) PERKEMBANGAN SENI KALIGRAFI DI INDONESIA (Studi Analisis Kitab Naṣhāih Al-Khaṭṭāṭīn Karya Didin Sirājuddīn). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (512kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (524kB) | Preview
[img] Text
4. KATA PENGANTAR (1).docx

Download (22kB)
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (664kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (952kB)
[img]
Preview
Text
10 BAB V (1).pdf

Download (448kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (462kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan Seni Kaligrafi di Indonesia: Studi Analisis Kitab Naṣhāih al-Khaṭṭāṭīn karya Didin Sirajuddin”, yang menganalisa dan mengupas pemikiran Dr. Didin tentang seni kaligrafi yang tertuang dalam kitabnya Naṣhāih al-Khaṭṭāṭīn. Sebagaimana yang kita ketahui, kaligrafi merupakan salah satu kesenian Islam yang mendapat perhatian besar dari kalangan umat Islam. Pada dasarnya kaligrafi adalah seni tulisan indah (khat) yang diambil dari al-Qur’an dan diberi nama sesuai dengan tempat (munculnya); Makkī, Madanī, Anbarī, dan Baghdādī. Di Indonesia, perkembangan kaligrafi juga sangat pesat yang diiringi lahirnya calligrapher-calligrapher berbakat dan memiliki perhatian penuh terhadap dunia kaligrafi. Salah satunya, adalah Dr. Didin yang selalu bergerak aktif dan memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni kaligrafi Islam di Indonesia. Hal ini dibuktikan lewat peran beliau dengan mendirikan sebuah Lembaga Kaligrafi al-Qur’an (Lemka) yang terletak di Sukabumi. Dan kitab Naṣhāih al-Khaṭṭāṭīn-lah yang dijadikan kitab rujukan bagi santri dan seniman kaligrafi di Lemka. Adapun penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menitikberatkan pada literature dengan cara menganalisa dari sumber data primer maupun sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa etika menekuni kaligrafi pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan adab dan akhlak mempelajari al-Qur’an. Di antara adab, yang penting ditekankan oleh para kaligrafer adalah meluruskan niat. Menekuni kaligrafi sepatutnya tidak didasari tujuan duniawi semata, baik untuk ketenaran, meraup materi, maupun alasan lainnya. Seorang kaligrafer dituntut untuk menamakan sifat ikhlas sebagai kunci penting untuk memperoleh ridha Allah. Hal inilah yang menjadi point utama yang dipaparkan oleh Dr. Didin dalam kitab Naṣhāih al-Khaṭṭāṭīn.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 21 Sep 2019 15:26
Last Modified: 21 Sep 2019 15:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20581

Actions (login required)

View Item View Item