TINGKAT KERUSAKAN LEMAK DAN MUTU ORGANOLEPTIK RENDANG TELUR BERBAHAN DASAR TEPUNG SAGU PADA UMUR SIMPAN YANG BERBEDA

MUHAMMAD AZMI, (2017) TINGKAT KERUSAKAN LEMAK DAN MUTU ORGANOLEPTIK RENDANG TELUR BERBAHAN DASAR TEPUNG SAGU PADA UMUR SIMPAN YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER (1).pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN (1).pdf

Download (486kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK (1).pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR (1).pdf

Download (578kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI (1).pdf

Download (502kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I (1).pdf

Download (473kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II (1).pdf

Download (533kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III (1).pdf

Download (871kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV (1).pdf

Download (659kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. BAB V (1).pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (628kB) | Preview

Abstract

Rendang telur merupakan salah satu makanan lokal Indonesia yang populer di masyarakat Sumatera Barat. Umumnya, bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kerupuk telur adalah campuran dari tepung beras dan tepung terigu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan tepung sagu sebagai bahan utama kerena tepung sagu kaya dengan karbohidrat dan rendah lemak, tepung sagu juga memiliki ketersediaan tinggi di provinsi Riau dan pemanfaatan pati non beras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan lemak dan mutu organoleptik rendang telur ayam ras berbahan dasar tepung sagu selama penyimpanan pada suhu ruang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu umur simpan : P1 0 bulan, P2 1 bulan, P3 2 bulan, P4 3 bulan. Parameter yang diukur adalah kandungan lemak, bilangan asam, asam lemak bebas, bilangan Thiobarbituric acid (TBA) dan mutu organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap bilangan asam berkisar 1,19-3,99 mg, asam lemak bebas bekisar 0,76-2,56%, bilangan TBA berkisar 0,08-0,30 dan mutu organoleptik tekstur berkisar 3,33- 4,50. Lama penyimpanan rendang telur juga berpengaruh nyata terhadap mutu organoleptik rasa, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan lemak dan mutu organoleptik warna dan aroma. Disimpulkan bahwa lama penyimpanan yang berbeda pada rendang telur berbahan dasar tepung sagu berpengaruh meningkatkan bilangan asam, asam lemak bebas, bilangan TBA, dan menurunkan mutu organoleptik rasa dan tekstur. Rendang telur berbahan dasar tepung sagu yang disimpan selama 3 bulan masih layak dikonsumsi dilihat dari bilangan TBA dan mutu organoleptiknya (warna dan aroma). Kata kunci: rendang telur, tepung sagu, lama penyimpanan, kerusakan lemak, mutu organoleptik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 636 Peternakan
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: Mr. Supliadi
Date Deposited: 19 Sep 2019 08:47
Last Modified: 19 Sep 2019 08:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/20441

Actions (login required)

View Item View Item