PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH DALAM MENGATASI MASALAH SISWA BROKEN HOME DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 PEKANBARU

HERDA MARNI NOFI, 11313204785 (2017) PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH DALAM MENGATASI MASALAH SISWA BROKEN HOME DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 PEKANBARU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (348kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN.pdf

Download (520kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (520kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR.pdf

Download (472kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR IS1.pdf

Download (342kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III.pdf

Download (269kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (537kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (254kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kunjungan rumah dalam mengatasi masalah siswa broken home, (2) faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kunjungan rumah dalam mengatasi masalah siswa broken home di SMANegeri 10 Pekanbaru.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kunjungan rumahdalam mengatasi masalah siswa broken home adalah (1) Guru BKsudah melaksanakan kunjungan rumah dalam mengatasi masalah siswa broken homedan menerapkan langkah-langkah dan teknik dalam pelaksanaan kunjungan rumah. Namun masih ada beberapa langkah yang dilewatkan yaitu: (a) Dalam hal komponenGuru BKkurang memfokuskan kasus apa yang akan ditangani terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan rumah terkait dengan faktor-faktor keluarga. Kasus siswa seharusnya terlebih dahulu dianalisis, dipahami, disikapi, dan diberikan (dilaksanakan) perlakuan awal tertentu, dan selanjutntya diberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang memadai, (b) Guru BK sudah melaksanakan kunjungan rumah dalam mengatasi masalah siswa broken home, namun belum bertindak sebagai perencana, pelaksana, dan sekaligus pengguna hasil-hasil kunjungan rumah yang seluruh kegiatan kunjungan rumah dikaitkan langsung dengan pelayanan bimbingan konseling dan kegiatan pendukung layanan bimbingan konseling lainnya. (2) Guru BK tidak menyebutkan terkait dengan materi yang seharusnya ada dalam teknik kunjungan rumah, Guru BK telah merencanakan kunjungan rumah, namun belum maksimal dalam mempersiapkan berbagai informasi umum dan data tentang klien (siswa) yang layak diketahui oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kunjungan rumah dalam mengatasi masalah siswa broken homeadalah(1) Faktor Pendukung (a) Kemampuan Guru BK; mampu dan mendukung dalam melaksanakankunjungan rumah, (b) format; Guru BK menggunakan format lapangan dan politik dalam kunjungan rumah, (c) kegiatan; Guru BK melaksanakan kunjungan rumah melalui anggota keluarga kunci dan anggota keluarga lainnya sesuai dengan permasalahan siswa, (d) waktu dan tempat; efektif dalam melaksanakan kunjungan rumah. (2) faktor penghambat: (a) Kemampuan Guru BK; kurang memahami tentang layanan BK dan kegiatan pendukung BK, (b) siswa; keikutsertaan (peran) siswa dalam kunjungan rumah, (c) undangan terhadap keluarga; undangan masih berbentuk panggilan, (d) evaluasi; masih belum mencakup proses dan hasil-hasilnya. Kata Kunci : Pelaksanaan, kunjungan rumah, broken home.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam
Depositing User: maryati -
Date Deposited: 23 Aug 2019 09:23
Last Modified: 23 Aug 2019 09:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/18069

Actions (login required)

View Item View Item