ANALISIS VALUE CHAINDAN MODEL BUSINESS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN DODOL SALAK (STUDI KASUS: UD. SALACCA TAPANULI SELATAN)

NAZAMUDDIN SIREGAR, (2018) ANALISIS VALUE CHAINDAN MODEL BUSINESS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN DODOL SALAK (STUDI KASUS: UD. SALACCA TAPANULI SELATAN). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER_2018243TIN.pdf

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN_2018243TIN.pdf

Download (569kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK_2018243TIN.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR_2018243TIN.pdf

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI_2018243TIN.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I_2018243TIN.pdf

Download (601kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II_2018243TIN.pdf

Download (484kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III_2018243TIN.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. BAB IV_2018243TIN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
10. BAB V_2018243TIN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (470kB)
[img]
Preview
Text
11. BAB VI_2018243TIN.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR PUSTAKA_2018243TIN.pdf

Download (100kB) | Preview

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk menciptakan peluang di bidang wirausaha. Salah satunya adalah UD. Salacca yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Permasalahan yang dialami oleh perusahaan ini adalah kurangnya nilai tambah yang diberikan kepada pelaku rantai sehingga perlu dilakukan analisis rantai nilai (Value Chain Analysis) untuk mengetahui nilai masing-masing pelaku rantai. UD. Salacca juga belum mempunyai model bisnis yang tepat sehingga perlu dilakukan analisis model bisnis dengan menggunakan metode business model canvasyang bertujuan untuk mengetahui potensi produk olahan salak dan tindakan apa yang tepat bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bersama. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai tambah (Value Added) yang paling besar adalah diterima oleh pihak pengolah salak sebesar 28% dengan nilai sebesar Rp. 3.239 Per Kg olahan salak, nilai tambah kedua adalah pada pihak petani salak sebesar 21,46% dengan besar nilai Rp. 1.060 Per Kg Penjualan Salak. Kemudian untuk pengumpul salak sebesar 11,48% dengan besar nilai Rp. 823,5 Per Kg penjualan salak.Kata Kunci:Analisis SWOT; Business Model Canvas (BMC); Value Added; Value Chain Analysis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: Ms. Nilam Badriyah
Date Deposited: 23 Jul 2019 02:09
Last Modified: 23 Jul 2019 02:09
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16565

Actions (login required)

View Item View Item