“PERNIKAHAN SAPOWIK (STUDI ADAT MASYARAKAT DESA TANJUNG) DI TINJAU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”

SATRI MULIADI, (2018) “PERNIKAHAN SAPOWIK (STUDI ADAT MASYARAKAT DESA TANJUNG) DI TINJAU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
1. COVER__2018326AH.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. PENGESAHAN__2018326AH.pdf

Download (388kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK__2018326AH.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. KATA PENGANTAR__2018326AH.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI__2018326AH.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB I__2018326AH.pdf

Download (628kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB II__2018326AH.pdf

Download (377kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB III__2018326AH.pdf

Download (668kB) | Preview
[img] Text
9. BAB IV__2018326AH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (654kB)
[img]
Preview
Text
10. BAB V__2018326AH.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR PUSTAKA__2018326AH.pdf

Download (263kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah adanya larangan pernikahan adat desa Tanjung yang berupa larangan menikahi perempuan atau laki-laki yang memiliki hubungan satu ninik mamak dengan mantan istri maupun suami, yang dikenal dengan istilah adat larangan pernikahan Sapowik, larangan ini adalah larangan yang dibuat oleh tokoh adat terdahulu yang sudah disumpah Sotio untuk menjaga soko yang ada dalam persukuan, dan untuk menjaga nyawa dari adat yaitu berupa rasa. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana pelaksanaan pernikahan Sapowik, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap larangan pernikahan Sapowik. Penelitian ini berupa penelitian lapangan (fiel research), yang berlokasi di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, ditambah dengan buku-buku dan dokumen-dokumen yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. populasi dalam penelitian ini adalah tokoh adat yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari pelanggar pernikahan Sapowik sebanyak 2 pasang atau 4 orang, dan ninik mamak yang terdiri dari 6 orang, terdiri dari 6 orang karena penulis mengambil masing-masing 2 orang ninik mamak dari 3 suku yang terdapat pada pelanggar pernikahan Sapowik yaitu suku Domo, melayu dan Pitopang. Teknik analisa data menggunakan metode analisa kualitatif serta menggunakan metode penulisan deduktif dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksaan larangan pernikahan Sapowik sampai pada saat ini masih tetap berlaku dan Apabila larangan ini dilanggar, pelanggar akan mendapatkan sanksi adat. Dalam persfektif hukum Islam, larangan pernikahan Sapowik bertentangan dan tidak sesuai dengan syari’at Islam, karena pernikahan Sapowik ini dilaksananakan dengan benar yaitu lengkap dengan syarat dan rukun nikah berdasarkan syari’at Islam, dengan demikian pernikahan Sapowik ini hukumnya mubah (boleh). Larangan adat ini termasuk dalam al-‘Urf al-fasid, kareana adat mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Swt dan merubah sesuatu yang halal menjadi haram, dan jika ditinjau menurut sadd adzdzari’ah pernikahan Sapowik tidak dapat diterima dalam syari’at Islam karena banyak mafsadah yang akan ditimbulkannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.272 Islam dan Ilmu Politik, Politik Islam, Fundamentalisme Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 22 Jul 2019 03:39
Last Modified: 22 Jul 2019 03:39
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/16449

Actions (login required)

View Item View Item