PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN MORTALITAS ANAK KAMBING PERSILANGAN BOER-JAWARANDU PADA UMUR INDUK YANG BERBEDA DI UPTD BALAI PEMBIBITAN TERNAK RUMINANSIA KECIL DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KAMPAR

Januardi, (2010) PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN MORTALITAS ANAK KAMBING PERSILANGAN BOER-JAWARANDU PADA UMUR INDUK YANG BERBEDA DI UPTD BALAI PEMBIBITAN TERNAK RUMINANSIA KECIL DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KAMPAR. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201001PTK.pdf

Download (411kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Pembibitan Ternak Ruminansia Kecil Dinas Peternakan Kabupaten Kampar yang berlokasi di Dusun Pinatan Desa Kampar Kecamatan Kampar Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rataan pertambahan bobot badan dan tingkat mortalitas anak kambing persilangan Boer-Jawarandu yang dipelihara di UPTD Balai Pembibitan Ternak Ruminansia Kecil Dinas Peternakan Kabupaten Kampar pada umur induk yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret-Juli 2009. Ternak yang digunakan adalah anak kambing hasil persilangan Boer-Jawarandu yang berjumlah 20 ekor, pada penelitian ini ternak diberikan hijauan dari jenis rumput lapang/lokal, dedak padi halus dan ampas tahu (konsentrat). Kandang dan timbangan yang digunakan adalah kandang dan timbangan yang sudah tersedia di UPTD tersebut. Ternak dikelompokkan berdasarkan umur induk dikandang idividu. Ternak diberikan hijauan dengan persentase 10% dari bobot badan/ekor/hari, konsentrat sebanyak 1 kg/ekor/hari, diberikan dua kali sehari dengan sistem terjadwal. Parameter yang diamati yaitu bobot badan, pertambahan bobot badan dan mortalitas. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan rumus Sudjana (1996). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari induk umur dua tahun tidak selalu memiliki bobot badan yang lebih tinggi dari anak induk umur satu tahun. Secara umum anak tipe kelahiran tunggal memiliki bobot badan lebih tinggi dari anak tipe kelahiran kembar (twin dan triple). Bobot badan anak jantan tidak selalu lebih tinggi dari bobot badan anak betina. Pertambahan bobot badan, secara umum menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan anak dari induk umur dua tahun tidak selalu lebih tinggi dari anak induk umur satu tahun. Pertambahan bobot badan anak tipe kelahiran tunggal tidak berbeda dari anak tipe kelahiran kembar (twin dan triple). Secara umum pertambahan bobot badan anak jantan tidak berbeda dari anak betina. Angka mortalitas yang ditemukan pada penelitian ini yaitu 65 %. Kata Kunci : Bobot Badan, Pertambahan Bobot Badan, Mortalitas, Anak Kambing Boer-Jawarandu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 636 Peternakan
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 24 Aug 2017 04:07
Last Modified: 24 Aug 2017 04:07
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/10663

Actions (login required)

View Item View Item