MULTI LEVEL MARKETING PADA PERUSAHAAN HERBALIFE DITINJAU DARI FATWA MUI No.75/VII/2009 (Studi Kasus Pada Rumah Sehat Puri Club Bagansiapiapi)

Ade Fatmasari, (2013) MULTI LEVEL MARKETING PADA PERUSAHAAN HERBALIFE DITINJAU DARI FATWA MUI No.75/VII/2009 (Studi Kasus Pada Rumah Sehat Puri Club Bagansiapiapi). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013214EI.pdf

Download (439kB) | Preview

Abstract

Latar belakang masalah dalam penulisan ini yaitu perusahaan Herbalife memberi bonus (royalty overrides) 5% kepada member yang telah berhasil sampai kelevel supervisor dengan syarat supervisor harus memiliki tiga supervisor yang aktif dibawahnya. Dan disini supervisor Rumah Sehat Puri Club telah memiliki tiga supervisor aktif dibawahnya, sehingga supervisor Rumah Sehat Puri club mendapat bonus (royalty overrides) 5% dari perusahaan Herbalife. Dari penjelasan ini terlihat seperti ada pemenfaatan posisi yang diterapkan oleh perusahaan Herbalife. Maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah Bagaimana Multi Level Marketing pada Perusahaan Herbalife ? Bagaimana praktik Multi Level Marketing yang dilakukan oleh Rumah Sehat Puri Club ditinjau dari Fatwa MUI No. 75/VII/2009 ? dan Bagaimana Analisis Ekonomi Islam Terhadap Multi Level Marketing Rumah Sehat Puri Club di Bagansiapiapi ? Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui bagaimana multi level marketing pada perusahaan Herbalife di Bagansiapiapi dan untuk mengetahui bagaimana praktik multi level marketing yang dilakukan oleh perusahaan Herbalife di tinjau dari Fatwa MUI. No.75/VII/2009, serta untuk mengetahui bagaimana analisis Ekonomi Islam terhadap multi level marketing Rumah Sehat Puri Club di Bagansiapiapi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, wawancara, observasi, angket, dan penelitian pustaka. Tehnik analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan tehnik penulisan data yaitu secara deduktif, induktif, diskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah member Herbalife yang berjumlah 200 orang, dari jumlah tersebut peneliti mengambil sample sebesar 25% yaitu 50 orang. Adapun metode pengambilan sample yaitu Random sampling (secara acak). Temuan penelitian dilapangan menyatakan bahwa multi level marketing perusahaan Herbalife adalah boleh, karena tidak ngandung unsur penipuan karena setiap member perusahaan Herbalife memperoleh penghasilan dari hasil penjualan produk yang dilakukannya, serta bonus (royalty overrides) 5% diberi perusahaan Herbalife kepada member yang telah sukses sampai ke level supervisor dengan catatan supervisor tersebut harus membimbing dan melatih tiga member dibawahnya untuk menjadi supervisor aktif sama seperti diri nya. Sehingga supervisor dibawahnya juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bonus. Dari penjelasan ini menunjukan bahwa perusahaan Herbalife tidak memberi uang riba selain dari hasil jerih payah member dalam menjual produk dan sebagai upah atas jerih payahnya membimbing dan melatih member dibawahnya. Dan multi level marketing yang diperaktikan oleh Rumah Sehat Puri Club telah sesuai dengan Fatwa MUI. No.75/VII/2009 yaitu syarat dan rukun dalam jual beli telah terpenuhi ada penjual, pembeli, dan produk yang dijual produk yang halal dan bermanfaat, harga dan akadnya jelas. Dilihat dari tinjauan Ekonomi Islam multi level marketing Rumah Sehat Puri Club membuka peluang kerja bagi masyarakat khususnya para member untuk membuka usaha sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 18 Dec 2016 13:43
Last Modified: 18 Dec 2016 13:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9875

Actions (login required)

View Item View Item