INTEGRASI ILMU

Akbarizan, (2014) INTEGRASI ILMU. Suska Press. ISBN 978-602-283-048-1

[img]
Preview
Text
INTEGRASI ILMU.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa upaya untuk mengintegrasikan dikotomi ilmu di Indone sia dilakukan dengan perubahan status STAIN dan IAIN menjadi UIN. Perubahan ini kemudian memaksa adanya nuansa dan pemikiran baru di kalangan civitas akademika UIN. Pandangan-pandangan tentang fenomena alam dan pemikiran tentangnya yang selama ini tidak banyak dikenal dalam tradisi ilmu-ilmu keagamaan mulai sering disam paikan oleh dosen-dosen eksakta baik dalam diskusi maupun perkuliahan. UIN sebenarnya telah melakukan langkah langkah penyelesaian dengan “program integrasi ilmu pengetahuan”. Namun, ternyata bukan tanpa masalah. Menurut Mulyadhi Kartanegara, secara metodologis dan keilmuan, mereka berbeda dengan pola dan sistem berpikir dalam ilmu-ilmu keagamaan yang telah dikembangkan di UIN. Hal ini dapat menimbulkan gap dan pertentangan antara dosen agama dan umum. Paling tidak, dapat menye babkan kebingungan di antara mahasiswa. Masalahnya, jika seorang dosen menyatakan bahwa sumber ilmu adalah indera dan metodenya adalah observasi, sementara yang lain menyatakan sumber ilmu adalah intuisi dan metode nya adalah pembersihan hati (kasyf). Seorang dosen menye butkan bahwa disiplin ilmunya murni bersifat empirik tanpa berkaitan dengan dogma agama, sementara dosen yang lain menyatakan bahwa tidak ada satupun disiplin ilmu yang lepas dari pantauan teks suci. Untuk mencari solusi dikotomi ilmu ini, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian di lapangan khususnya di UIN SUSKA Riau. Kampus ini diharapkan menjadi solusi pemecah kebuntuan dalam dikotomi ilmu tersebut. Di sam ping itu, peneliti juga merasa perlu untuk melakukan studi perbandingan dengan negara Islam lain yang barangkali juga mengalami problema yang sama. Salah satu negara yang penting untuk dijadikan perbandingan adalah Arab Saudi. Rumusan permasalahan penelitian ini adalah bagai mana karakteristik Universitas Ummul Qura Makkah dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, bagai mana tradisi ilmu Universitas Ummul Qura Makkah dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, bagai mana struktur keilmuan Universitas Ummul Qura Makkah dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, dan bagaimana model integrasi ilmu Universitas Ummul Qura Makkah dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Mengingat objek penulisan dalam penelitian ini adalah kurikulum dan proses pembelajaran, maka jenis penelitian ini dapat penulis bagi kepada dua, yaitu jenis penelitian content untuk data dari kurikulum dan jenis penelitian field research. Jenis penelitian ini adalah content analisys. Maksudnya penulis mencoba mengelaborasikan pemikiran mengenai integrasi ilmu dalam kurikulum. Desain analisis isi secara rinci terdiri dari langkah-langkah; pengadaan data, peng urangan data, inferensi dan analisis data. Di samping itu, penelitian ini juga menggunakan prosedur penelitian field research, atau survey research, peneliti terjun langsung meng gali data di lapangan dengan cara mengadakan survey, angket, wawancara dan melakukan deskripsi di lapangan untuk ber usaha menggambarkan sebuah kenyataan atau fenomena, sehingga di sana bisa diketahui proses integrasi ilmu dalam proses pembelajaran di Arab Saudi dan di Indonesia. Penelitian ini dapat disimpulkan pada empat hal. Pertama, karakteristik universitas. Universitas Ummul Qura tidak menyebutkan integrasi dalam visi. Namun dalam misi terlihat ada integrasi ilmu karena kampus ini memiliki misi untuk menjadikan kampus ini sebagai rujukan akademik yang diakui dunia untuk ilmu-ilmu syari‘at dan bahasa Arab. Di dalam tujuan, kampus ini memperlihatkan integrasi ilmu dengan Islam karena tujuan kampus ini adalah memper siapkan generasi yang professional di bawah naungan prinsip dasar Islam dan mempersiapkan kader ulama dan tenaga spesialis. Sejarah kampus ini juga menggambarkan inte grasi ilmu karena berawal dari fakultas syariah lalu mem buka fakultas-fakultas lain seperti sains, dan kedokteran. UIN SUSKA Riau menyebutkan secara ekplisit dalam visi universitas tentang integrasi ilmu, yaitu pengem bangan ajaran Islam yang terintegrasi dengan sains. Dalam misi universitas, dinyatakan secara jelas tentang integrasi ilmu. Tujuan universitas juga menyebutkan tentang intgerasi ilmu, Sejarah UIN SUSKA berawal dari fakultas syariah, tarbiyah, dan ushuluddin, kemudian fakultas-fakultas lain seperti sains, ekonomi, psikologi dan peternakan. Kedua, tradisi ilmu universitas. Universitas Ummul Qura memiliki masjid dan islamic centre untuk pembinaan keagamaan di samping laboratorium untuk pengembangan ilmu dan penelitian. Menjadikan akhlak Islami sebagai kewajiban dosen. UIN SUSKA memiliki masjid dan islamic centre untuk pembinaan keagamaan di samping labora torium untuk pengembangan ilmu dan penelitian. UIN SUSKA tidak menyebutkan integrasi ilmu dengan Islam dalam kewajiban dosen. Ketiga, struktur ilmu universitas. Universitas Ummul Qura memiliki 3 fakultas “keagamaan” dan 18 fakultas “umum”. memiliki 15 program studi yang ada sebutan “Islam” sebagai nama program studi dari 78 program studi. Universitas Ummul Qura meawajibkan mahasiswa program studi “umum” mempelajari selama 4 semester mata kuliah “keislaman,” yaitu Ats-Tsaqafah Al-Islamiyah, Al-Quran, dan Sirah Nabawiyah. UIN SUSKA Riau memiliki 4 fakultas “keagamaan” dan 4 Fakultas “umum”. Kampus ini juga memiliki 17 program studi yang ada sebutan “Islam” sebagai nama pro gram studi dari 40 program studi. UIN SUSKA mewajib kan mahasiswa program studi “umum” mempelajari mata kuliah “keislaman”, Pengantar Studi Agama Islam/Metodo logi Studi Islam, Studi al-Qur’an, Studi Hadis, Aqidah, Akhlak Tasawuf, Fiqih Ibadah, Fiqih Muamalah, Fiqih, Sejarah Peradaban Islam, Studi Islam Asia Tenggara, Islam dan Tamaddun Melayu. Keempat, model integrasi universitas. Dapat dinyata kan mempunyai beberapa model intgerasi ilmu, yaitu model integrasi klasifikasi ilmu Nanat M.Natsir atau Model Struk tur Pengetahuan Islam Osman Bakar, Model Paradigma Qurani, Model integrasi keilmuan IFIAS, Model Naquib al Attas, dan Model pendekatan ulul albab Imam Munandar. UIN SUSKA Riau dapat dinyatakan mempunyai beberapa model intgerasi ilmu, yaitu model integrasi klasi fikasi ilmu Nanat M.Natsir atau Model Struktur Penge tahuan Islam Osman Bakar, Model kelompok Aligargh, model yang purifikasi, Model Paradigma Qurani, dan Model integrasi keilmuan IFIAS.

Item Type: Book
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 16 Dec 2016 08:37
Last Modified: 16 Dec 2016 08:37
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9815

Actions (login required)

View Item View Item