POLA PEMASARAN IKAN KERAMBA JARING APUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL PENJUALAN DI WADUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) KOTO PANJANG KECAMATAN KUOK DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Eko Putra, (2013) POLA PEMASARAN IKAN KERAMBA JARING APUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL PENJUALAN DI WADUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) KOTO PANJANG KECAMATAN KUOK DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201391EI.pdf

Download (698kB) | Preview

Abstract

Kawasan Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok merupakan sentra perikanan keramba jaring apung terbesar di Provinsi Riau. Pada saat sekarang para petani ikan sulit dalam penanganan pemasaran, karena jalur pemasaran ikan tersebut sedikit dan sangat bergantung kepada pedagang pengumpul, sehingga banyaknya ketersediaan dan terjadinya penumpukan ikan yang menyebabkan harga ikan menjadi turun. Hal ini perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkan sulitnya pemasaran ikan tersebut serta perlu dilihat apakah pemasaran yang dilakukan oleh petani ikan telah sesuai dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola pemasaran ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok untuk meningkatkan hasil penjualan, untuk mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat pola pemasaran ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok untuk meningkatkan hasil penjualan, untuk mengetahui bagaimana tinjauan Ekonomi Islam tentang pola pemasaran ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok untuk meningkatkan hasil penjualan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan populasi berjumlah 211 orang diambil 50% dari seluruh populasi yaitu 106 orang sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pola pemasaran yang dilakukan petani ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok dilakukan dengan dua cara, yaitu pemasaran langsung dan pemasaran dengan perantara. Pemasaran langsung ini sangat sederhana, karena pembeli langsung membeli di tempat budidaya dan berasal dari daerah itu sendiri ataupun daerah lain, pada umumnya pembeli hanya membeli dalam skala kecil. Sedangkan pemasaran dengan perantara dilakukan oleh petani untuk menjual hasil produknya dalam skala besar, jalur pemasaran dengan perantara ini umumnya melalui pedagang pengumpul atau tauke yang datang langsung kelokasi budidaya dan berperan sebagai penyalur produk dan pelancar pemasaran hasil panen. Faktor pendukung dalam pemasaran ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok mempunyai prospek yang baik dimasa mendatang, Perkembangan Pembangunan yang Semakin Meningkat dengan Pesat, Adanya perhatian dari pemerintah. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah pesaing, Banyaknya ikan keramba jaring apung yang mati. Pola pemasaran ikan keramba jaring apung di Waduk PLTA Koto Panjang Kecamatan Kuok untuk meningkatkan hasil penjualan sesuai dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam yang merujuk pada kaidah fiqh Islam yaitu: “Kaum muslimin boleh menentukan syarat (kesepakatan-kesepakatan bisnis) yang mereka buat kecuali syarat (kesepakatan-kesepakatan bisnis) yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ms Mutiara Jannati
Date Deposited: 15 Dec 2016 08:58
Last Modified: 15 Dec 2016 08:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9786

Actions (login required)

View Item View Item