BATASAN MELIHAT WANITA DALAM PEMINANGAN (Perspektif Ibn Hazm)

Ahmad Ridwan, (2012) BATASAN MELIHAT WANITA DALAM PEMINANGAN (Perspektif Ibn Hazm). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012251AH.pdf

Download (558kB) | Preview

Abstract

Adapun judul skripsi ini Batasan Melihat Wanita Dalam Peminangan (Perspektif Ibn Hazm). Bedasarkan latar belakang skripsi ini, dalam kehidupan manusia menginginkan untuk terus dapat melangsungkan keturunan mereka. Maka untuk mencapai tujuan tersebut seseorang akan melangsungkan suatu ikatan yang bernama “perkawinan”. Dalam mengambil suatu keputusan untuk menikah, seseorang tidak serta-merta untuk melangsungkannya. Akan tetapi, biasanya dalam Islam itu disunatkan terlebih dahulu untuk melakukan suatu proses yang sering disebut dengan “Pinangan”. Hal ini dianjurkan supaya kedua belah pihak saling mengenal baik fisik maupun pribadi agar di kemudian hari tidak terjadi penipuan dan penyesalan di hati. Peminangan menurut para ulama itu sama, baik dari segi maksud dan tujuannya. Akan tetapi, yang menjadi perbedaan pendapat diantara mereka adalah tentang batasan yang boleh dilihat dari seorang wanita dalam peminangan. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan mengetahui lebih lanjut tentang batasan melihat wanita dalam peminangan, akan tetapi penulis lebih memfokuskan pada pendapat yang dikemukakan oleh Ibn Hazm yang mengatakan adanya kebolehan melihat seluruh tubuh wanita yang dipinang. Jenis penelitian di sini adalah penelitian normatif karena penulis menggunakan penelitian kepustakaan atau library reseach. Sedangkan data dan sumber data yang dibutuhkan itu berasal dari kitab Al-Muhalla (kitab fiqh) dan kitab al-Ikhkam fi Ushulil Ahkam (kitab ushul fiqh). Karena penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan maka cara mendapatkan data dengan jalan membaca dari berbagai literatur. Sedangkan untuk analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pendapat yang dikemukakan Ibn Hazm yang mengacu pada hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, beliau mengatakan adanya kebolehan untuk melihat seluruh tubuh wanita tersebut yang dikehendaki. Dalam menafsirkan kalimat مايدعوه itu Ibn Hazm masih mengandung makna secara umum yang mengacu pada tubuh secara keseluruhan. Dan metode pendekatan yang digunakan beliau adalah secara dhahiriyah; yaitu memaknai sesuatu berdasarkan teks yang tertulis tanpa adanya penafsiran yang keluar dari teks. Beliau memegang erat metode dhahiriyah dalam menafsirkan Al- Qur'an dan hadist.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 09 Dec 2016 08:28
Last Modified: 09 Dec 2016 08:28
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9624

Actions (login required)

View Item View Item