PELAKSANAAN TRADISI ZAKAT ANAK PADA SUKU MELAYU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Kepenghuluan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir)

Muhamad Amin, (2012) PELAKSANAAN TRADISI ZAKAT ANAK PADA SUKU MELAYU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Kepenghuluan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012222AH.pdf

Download (992kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Pelaksanaan Zakat Anak Ditinjau Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Kepenghuluan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir). Dalam penelitian ini penulis mengangkat dua permasalah dalam rumusan masalah; dari dua permasalahan tersebut penulis mencoba melihat dengan kaca mata hukum Islam. Sejati yang harus dijadikan standar (miqyas) dalam setiap aktivitas. Adapun dua permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah, (1) sistem pelaksanaan Zakat Anak dan, (2) motivasi masyarakat melaksanakan Zakat Anak di Kepenghuluan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. Dari dua permasalahan tersebut dilihat dengan Perspektig Islam. Sistematika pelaksanaan Zakat Anak–di mana, sebuah keluarga menyerahkan anaknya kepada seseorang dengan ketentuan keluarga tersebut telah dikaruniai oleh Allah Swt amanah berupa anak yang berjumlah 12 orang; anak tersebut hidup semua. Kebiasaan ini dikenal dengan Zakat Anak. Seyogyanya dalam pelaksanaan Zakat Anak tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa hal; (1) Kekhawateran terjadinya susut bilangan (anak meninggal dengan tiba-tiba); (2) Mengharapkan barokah dari menzakatkan anaknya, dan lain sebagainya. Setelah dilakukan analisis dengan hukum Islam, maka peneliti berasumsi Pelaksanaan Zakar Anak di Kepenghuluan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir bertentangan dengan konsep-konsep Syari’ah. Hal ini dilihat dari sistem pelaksanaan dan motivasi dari pelaksanaan Zakat Anak tersebut. Di samping itu, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode purfosive sampling–peneliti menetapkan sendiri jumlah sampel. Oleh karena itu, peneliti menetapkan 12 orang jumlah sampel dari populasi yang ada. Dari 12 orang jumlah sampel tersebut terdiri atas keluarga yang pernah menzakatkan dan menerima Zakat Anak, tokoh masyarakat. Hal ini merupakan sumber data yang bersifat primer. Adapun yang merupakan data skunder dalam penelitian ini adalah aparat setempat dan literatur pustaka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.54 Zakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 09 Dec 2016 07:39
Last Modified: 09 Dec 2016 07:39
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9615

Actions (login required)

View Item View Item