PELAKSANAAN SANKSI BAGI SISWI-SISWI YANG TIDAK MEMAKAI JILBAB DI LUAR JAM SEKOLAH DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Madrasah Aliyah Al-Huda Tanjung Batu Kundur)

Rachmad Hidayat, (2012) PELAKSANAAN SANKSI BAGI SISWI-SISWI YANG TIDAK MEMAKAI JILBAB DI LUAR JAM SEKOLAH DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Madrasah Aliyah Al-Huda Tanjung Batu Kundur). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_2012208AH.pdf

Download (613kB) | Preview

Abstract

Jam Sekolah Ditinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Madrasah Aliyah Al- Huda Tanjung Batu Kundur). Sanksi adalah suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan secara sadar dan sengaja oleh seseorang (guru pembimbing, orang tua) terhadap seseorang yang melakukan pelanggaran (asuhan kita) akibat dari kelalaian perbuatan atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan tata nilai yang berlaku dalam lingkungan hidupnya. Dimana tindakan tersebut menimbulakan nestapa atau penderitaan terhadap seseorang tersebut dengan maksud supaya penderitaan itu benar-benar dirasakannya dan akhirnya sadar akan kesalahannya untuk menuju ke arah kebaikan. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana sanksi bagi siswi-siswi yang tidak memakai jilbab diluar jam sekolah, faktor-faktor apa yang menyebabkan siswi Madrasah Aliyah Al-Huda tidak memakai jilbab diluar jam sekolah, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penerapan sanksi bagi siswi yang melanggar aturan tersebut. Lokasi penelitian adalah sekolah Madrasah Aliyah Al-Huda di Tanjung Batu Kundur. Populasinya adalah seluruh siswi Madrsah Aliyah Al-Huda. Kemudian penulis mengambil sampelnya semua siswi Madrasah Aliyah yang berjumlah 46 orang, dan 5 orang guru dari 17 orang guru MA Al-Huda. Jadi jumlah sampelnya 51 orang. Sementara metode pengumpulan data adalah dengan cara wawancara, observasi, dan angket. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan ini, Sanksi yang diberikan yang pertama berupa teguran apabila berjumpa langsung dengan siswi yang tidak memakai jilbab tersebut, dan selanjutnya ketika disekolah diberikan sanksi seperti membersihkan halaman sekolah, mencuci wc, denda serta pengurangan nilai diraport dan sesuai aturan yang telah berlaku. Maka menurut tinjauan hukum Islam, pelaksanaan atau penerapan sanksi tersebut boleh dilakukan dan tidak bertentangan dengan hukum Islam. Jenis hukuman yang dikenakan kepada siswi termasuk katagori hukuman ta’zir karena Ta’zir disini dimaksudkan untuk mendidik dan memperbaiki pelaku agar ia menyadari perbuatan jarimahnya kemudian meninggalkan dan menghentikannya, sesuai apa-apa yang diperintah dan dilarang Allah SWT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 09 Dec 2016 07:35
Last Modified: 09 Dec 2016 07:35
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9613

Actions (login required)

View Item View Item