Penetapan Harga Mahar (MasKawin) Oleh Pemerintah Kerajaan Negeri Selangor, Malaysia. Ditinjau Menurut Hukum Islam.

Muhammad Izwan Bin Shuib, (2012) Penetapan Harga Mahar (MasKawin) Oleh Pemerintah Kerajaan Negeri Selangor, Malaysia. Ditinjau Menurut Hukum Islam. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_201245AS.pdf

Download (629kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Penetapan Harga Mahar (Maskawin) Oleh Pemerintah Kerajaan Negeri Selangor, Malaysia Ditinjau Menurut Hukum Islam”. Penelitian ini dilaksanakan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam (SHI) Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum tempat di mana penulis menimba pengetahuan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau, Indonesia. Dari penjelasan di atas, permasalahan yang diteliti adalah dari segi bagaimana penerimaan masyarakat di Negeri Selangor tentang penetapan ini dan juga wajar atau tidak untuk pemerintah menetapkan harga mahar bagi seluruh masyarakat yang berada di bawah kewenangan Jabatan Agama Islam Selangor . Di samping itu juga penulis mengkaji penetapan ini dari sudut Pemerintah melihat aturan yang terdahulu tidak lagi berjalan sesuai dengan perubahan masa serta penetapan harga mahar ini juga sebagai langkah pemerintah dalam menjamin kedudukan dan juga martabat wanita. Sungguh pun begitu dalam mengaplikasikan penetapan harga mahar ini, masih ada lagi pasangan yang akan melaksanakan pernikahan mempunyai pilihan sendiri dalam menentukan mahar mereka berbanding mengikut penetapan harga yang dibuat oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan lebih jelas tentang siapakah yang berautoritas dalam menentukan mahar wanita baik yang berstatus dara maupun janda serta tinjauan hukum Islam terhadap mahar yang telah ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Jabatan Agama Islam Selangor, Malaysia. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil wawancara mendalam bersama pihak terkait dan sumber data sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh dari pelbagai dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan metode pengumpulan data secara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Setelah data terkumpul penulis melakukan analisa data dengan menggunakan metode deskriptif yaitu digambarkan melalui kata-kata dengan teknik penulisan deduktif, induktif dan deskriptif. Dari penelitian ini dapat ditarik satu kesimpulan bahwa dari satu sisi penetapan harga mahar ini masih lagi belum berjalan sesuai dengan syariat yang telah dilandaskan dan hal ini dapat dilihat apabila pemerintah tidak sepenuhnya mendapat persetujuan masyarakat dan juga menetapkan harga mahar kepada wanita yang bersatus janda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 09 Dec 2016 03:24
Last Modified: 09 Dec 2016 03:24
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9578

Actions (login required)

View Item View Item