TRADISI “TAKKO BINOTO” DALAM ADAT MANDAILING DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA TANGUN KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN ROKAN HULU)

Irman Antoni, (2012) TRADISI “TAKKO BINOTO” DALAM ADAT MANDAILING DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA TANGUN KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN ROKAN HULU). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_201208AS.pdf

Download (412kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul TRADISI ”TAKKO BINOTO” DALAM ADAT MANDAILING DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM” (Studi Kasus Di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu). Adapun yang melatarbelakangi penulisan dalam penelitian ini, dimana banyaknya pasangan lelaki dan perempuan dalam mewujudkan keinginannya untuk melangsungkan akad pernikahan dengan cara takko binoto. Selanjutnya, ditemukan adanya dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan tradisi takko binoto tersebut. Kemudian, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adalah (1) Bagaimana pelaksanaan tradisi “takko binoto” dalam adat Mandailing Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu; (2) Apa saja dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan tradisi “takko binoto” dalam adat Mandailing Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu; dan (3) Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang pelaksanaan tradisi “takko binoto” dalam adat Mandailing Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) yang dilaksanakan di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Adapun yang melatarbelakangi dilakukan penelitian ini, disebabkan ingin mengetahui tentang status hukum dari pelaksanaan tradisi takko binoto dalam adat Mandailing. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait langsung dalam tradisi “takko binoto” dalam Adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, yaitu kedua orang tua dari pihak laki-laki dan perempuan yang pernah melakukan “takko binoto”, pemuka adat mandailing, dan penghulu yang menikahkan. Sementara objek penelitiannya adalah pelaksanaan tradisi takko binoto dalam adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Karena populasinya banyak, maka penulis mengambil sampel berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purfosif sampling. Dalam pengumpulan data penelitian, menggunakan teknik observasi, angket dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Selanjutnya, data tersebut dianalisis data deskriptif, yaitu menghubungkan antara suatu fakta dengan fakta sejenis kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan fungsional. Adapun metode penulisan dalam penelitian adalah teknik penulisan deduktif, Induktif, dan deskriptif. Selanjutnya, tedapat tiga tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pelaksanaan tradisi “takko binoto” dalam adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, (2) Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari Tradisi “takko binoto” Dalam Adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, dan (3) untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang tradisi “takko binoto” dalam adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Kemudian, setelah berbagai data yang dibutuhkan diperoleh dan dianalisis, sehingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan tradisi takko binoto dalam adat Mandailing Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, terdapat sisi positif (manfaat), yaitu merupakan solusi agar dipermudah dalam melangsungkan akad pernikahan. Karena, pihak laki-laki tidak memiliki kesanggupan ekonomi untuk memenuhi permintaan adat yang ditetapkan oleh keluarga dari pihak perempuan. Akan tetapi, dari keseluruhan data yang diperoleh, ternyata lebih besar kemudharatan dari pada manfaat. Setelah dilihat dari bentuk pelaksanaan dan dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan tradisi takko binoto dalam adat Mandailing di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, sehingga menarik suatu kesimpulan dari tradisi takko binoto yaitu bertentangan dengan hukum Islam dan berstatus hukum haram bagi seorang muslim yang melakukannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 08 Dec 2016 08:55
Last Modified: 08 Dec 2016 08:55
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/9568

Actions (login required)

View Item View Item